Berita Daerah

Ribuan Warga OKI Mengidap Katarak

176
PASIEN

KAYUAGUNG I Selama tiga bulan terakhir, ribuan warga Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) diserang penyakit Katarak dan gangguan lensa lainnya. Banyaknya pasien ini membuat pihak RSUD Kayuagung, harus ekstra sibuk lantaran kekurangan ruangan bagi para pasien yang akan dirawat.

Direktur RSUD Kayuagung, dr H Dedi Sumantri melalui Kasubag Tata Usaha, Suwandi SKM menuturkan, untuk melayani pasien yang membludak, pihaknya ekstra kerja keras dalam memberikan pelayanan.

“Tiga bulan terakhir yakni Oktober, November dan Desember 2016, pasien terbanyak yang dirawat di RSUD Kayuagung adalah pasien yang mengidap penyakit katarak dan gangguan lensa lainnya,” ungkap Suwandi.

Sesuai data di Bagian Rekam Medik RSUD Kayuagung, pada Oktober ada 88 pasien katarak yang dirawat inap dan 345 pasien melakukan rawat jalan. Sementara di bulan November, 85 pasien dirawat inap dan 422 pasien rawat jalan. “Belum lagi di bulan Desember 2016, yang belum kami rekap. Sehingga dalam 3 bulan terakhir jumlahnya bisa mencapai ribuan pasien,” terangnya.

Selain itu, pasien diare dan gastroenteritis juga cukup banyak yakni selama Oktober ada 39 orang dirawat inap dan 19 orang rawat jalan. Kemudian bulan November 28 pasien diare yang dirawat inap. “Kami juga sempat merawat 20 orang warga yang menderita DBD, namun alhamdulillah sekarang sudah membaik,” tukasnya.

Penyakit lain yang mendominasi di tahun 2016 yakni ISPA, ada 85 pasien melakukan rawat jalan. “Ada juga pasien-pasien yang mengidap penyakit seperti TB Paru, Diabetes Melitus, Hipertensi dan sebagainya. Semua mendapatkan pelayanan dan perawatan yang baik, walaupun kita sadari kita kekurangan ruangan untuk para pasien ini,” tandasnya.

Suwandi juga menyampaikan, untuk dapat memberikan pelayanan yang baik kepada para pasien, pihaknya membutuhkan 24 ruang rawat inap, dengan rincian 2 kamar Super VIP dan 22 kamar VIP.

“Ini sangat mendesak dan sangat kita harapkan. Jika usulan kami dikabulkan, kami berencana akan menjadikan puluhan kamar VIP yang sudah ada, sebagai kamar Kelas I, menambahi kamar yang sudah ada. Dengan demikian biarpun banyak pasien yang datang, semuanya akan bisa terlayani dengan baik,” pungkasnya. (Romi)

Exit mobile version