Berita Daerah

Pungli Berkedok Uang Keamanan dan Kebersihan di Danau Ranau Menjamur

788
danau-ranau
Salah satu pintu masuk objek wisata danau ranau(Gie/Beritamusi)

MUARADUA I Pemerintah Kabupaten OKU Selatan harus bekerja ektra keras bila ingin menjadikan objek Danau Ranau sebagai tujuan wisata nomor wahid di Sumatera Selatan. Karena untuk menjadikan Danau Ranau sebagai wisata andalan tidak cukup hanya dengan kesiapan pihak pengelola saja. Kesaradan masyarakat pun harus dibangun sejak dini agar mendukung penuh keberadaan wisata Danau Ranau.

Apalagi, nama Danau Ranau sudah terlanjur tercemar di mata masyarakat umum akibat maraknya pungutan liar (pungli). Terbaru pungli masih saja terjadi di beberapa titik pintu masuk danau ranau tepat di saat liburan lebaran Idul Fitri 1437 H. Padahal di saat-saat seperti inilah pengunjung dari luar kota banyak berdatangan untuk menikmati keindahan danau ranau tersebut.

Informasi yang berhasil dihimpun bahwa pungutan liar yang dilakukan oleh sekelompok oknum tersebut berkedok biaya keamanan dan kebersihan. Tak tanggung-tanggung sekelompok warga membuat sejumlah pos pungutan untuk memintai pengunjung melalui sejumlah pintu masuk ke kawasan wisata danau ranau. Tak pelak menjamurnya pungli dikawasan wisata danau ranau ini dikeluhkan banyak pengunjung.

Wiwid misalnya, Salah satu pengunjung yang mengeluhkan banyaknya preman yang menjaga sejumlah titik pintu masuk ke objek wisata dikawasan wisata Danau Ranau. Menurutnya, keberadaan sekelompok warga yang meminta biaya itu sangat membuatnya tidak nyaman. “Banyak preman di kawasan wisata Danau Ranau,  dan banyak pula pungli. Hampir disetiap sudut danau,”ujarnya.

Kepala dinas pariwisata Bahdozen Hanan turut membenarkan tindakan oknum yang telah merugikan banyak orang. Bahdozen bahkan turun langsung dan sempat menyemrot sekelompok warga yang melakukan pungli kepada pengunjung di kawasan wisata Danau Ranau. Bahkan ia sempat memarahi pemungut restrebusi liar berkedok kebersihan dan keamanan dikawasan wisata tersebut.

Bahdozen menjelaskan jika pemerintah kabupaten OKU selatan sudah memberlakukan pembayaran retrebusi satu kali melalui pintu masuk gerbang kawasan Wisat Danau Ranau. Itupun pembayaran dilayani oleh petugas dengan mengenakan pakaian seragam.

“Saya tidak habis pikir masih saja ada oknum yang melakukan pungli, disejumlah titik masuk kawasan wisata Danaua Ranau,”ujarnya

Bahdozen sendiri mengaku sempat menegur dan memarahi  petugas yang tidak resmi memungut biaya masuk ke kawasan objek wisata Danau Ranau. “Saya temukan di banding agung langsung saya samperi dan memarahi mereka yang ilegel itu, padahal sudah kita ingatkan dilarang ada pos-pos tanpa ada izin resmi,“pungkas Bahdozen.

Bahdozen menambahkan pembelakuan retribusi bagi pengunjung danau ranau sebenarnya hanya dikenakan Rp 4.000 untuk pengunjung dengan kendaraan bermotor. Dengan rincian Rp 1000 untuk biaya parkir dan Rp3000 untuk biaya kebersihan. Sementara untuk pengunjung dengan kendaraan roda empat dikenakan Rp5000. Penentuan ini sudah sesuai Perda retribusi kawasan wisata.

Namun pada kenyataanya, pengunjung dipungut biaya lebih dari jumlah yang tertera di atas. Tidak sampai disitu pengunjung bahkan masih harus membayar Rp10.000 untuk tambahan biaya kebersihan di luar biaya di atas. Nah, parahnya lagi pungutan ini dilakukan oleh oknum yang tidak mengenakan seragam resmi dan tidak menggunakan atribut yang telah ditetapkan sebagai standar pelayanan oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) OKU Selatan.

Salah satu pengujung dari Baturaja Ari Andra menuturkan kalau Danau Ranau tetap seperti itu, penunjung akan kapok datang lagi untuk kedua kalinya. Aia dan teman-temannya mengeluhkan banyaknya biaya yang dikenakan ketika masuk ke kawasan objek wisata Danau Ranau.seperti pasrkir, uang kebrsihan, keamanan belum lagi pungutan disejumlah titik yang dilakukan oknum preman.“Ini yang membuat pengunjung tidak measa aman dan nyaman saat mengunjungi objek wisata Danau Ranau,”kata Ari.

“Masuk kita sudah bayar retrebusi, di sejumlah objek juga dikenakan retrebusi saat kita menyelusuri jalan lingkar juga di pintai oleh seklompok warga yang juga membuat pos,  banyak sekali pungli di Danau Ranau ini,”tambahnya.(Gie)

Exit mobile version