oleh

Plt Bupati “Endus” Mafia Obat di RSUD Empat Lawang

EMPAT LAWANG I Banyaknya keluhan masyarakat terkait pelayanan kesehatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tebing Tinggi Empat Lawang, mendapat sorotan Plt bupati Empat Lawang, H Syahril Hanafiah.

Bahkan, Plt bupati mengendus (mencium, red) adanya perkumpulan jahat (Mafia, red) dalam sistem pengadaan dan pengelolaan obat-obatan serta alat kesehatan (Alkes) di RSUD Empat Lawang.

“Ini seperti ada mafia dalam sistem pengadaan serta pengelolaan obat dan alkes di RSUD Empat Lawang. Kan sudah dianggarkan tiap tahun, tapi selalu habis dan menjadi keluhan,” ungkap Syahril dibincangi sejumlah awak media, disela sidak ke jalan poros HM Noerdin Pandji, Senin (18/1/2016).

Syahril memastikan, dalam waktu dekat akan memanggil pihak RSUD, agar bisa menjelaskan bagaimana sistem pengadaan dan pengelolaan obat dan alat kesehatan, berapa dianggarkan ? Juga kebutuhan dan ? Apakah benar benar sesuai prosedur atau ada oknum melakukan penjualan obat diluar ketentuan.

Selanjutnya dilakukan evaluasi besar-besaran di jajaran RSUD, guna memaksimalkan kinerja pelayanan kesehatan bagi masyarakat. Sebab katanya, program kesehatan gratis harus dibarengi dengan sistem pelayanan yang baik. “Sudah banyak keluhan ke saya, segera akan kita evaluasi. Selain masalah obat dan alkes, pelayanan juga banyak laporannya,” tegasnya.

Informasi dihimpun dilapangan menyebutkan, pelayanan kesehatan di RSUD Tebing Tinggi dikeluhkan. Terutama kesiapan obat-obatan dan alat kesehatan tidak lengkap, pasien harus membeli ke apotik meskipun menggunakan pelayanan BPJS ataupun Jamkesmas. Ironisnya lagi, terkadan pihak RSUD terkesan meremehkan pasien, atau lebih mendahulukan administrasi dari pada pelayanan kesehatan secara cepat.

Contoh saja, jika ada pasien luka dan butuh di jahit, pihak RSUD malah menyuruh keluarga pasien membeli benang di apotik karena kesediaan jarum dan benang kosong. “Ada keluarga saya luka, tapi saat mau dijahit pihak RSUD minta kami beli di apotik. Padahal saat itu tengah malam, alasannya benang dan jarum jahitnya lagi kosong,” sesal salah satu keluarga pasien baru-baru ini.

Anggota Komisi III DPRD Empat Lawang, Joni Rico mengakui, sudah banyak sekali keluhan masyarakat terkait pelayanan RSUD dan Puskesmas di Empat Lawang. Mengenai ketersediaan obat dan alkes, kata Rico, pihaknya sudah membahas itu di badan anggaran (Banggar) DPRD beberapa waktu lalu. Bahkan ketersediaan obat dan alkes menjadi topik cukup panas dipembahasan. “Itukan sudah dianggarkan miliaran rupiah, kemana saja. Bahkan ada bantuan juga dari provinsi,” cetus Rico dihubungi melalui phonselnya.

Selain masyarakat, imbuh Rico, dirinya pun pernah mengalami kekecewaan pelayanan kesehatan di RSUD Tebing Tinggi. Termauk ketersediaan obat dan benang jahit, ada kesan kerjasama ilegal antara pihak RSUD dengan apotik tertentu. “Harusnya pelayanan diutamakan, kasihan masyarakat selalu mengeluh,” imbuhnya.

Dirinya berharap, Plt bupati Empat Lawang melakukan evaluasi kinerja jajaran Dinkes dan RSUD. Agar memaksimalkan pelayanan kesehatan, termasuk ketersediaan obat. “Bisa jadi ada mapia, harus diberantas itu. Kami siap mendampingi pengawasan agar pelayanan kesehatan kedepan lebih baik lagi,” tukasnya.(Ridiansyah)

Komentar

Berita Lainnya