oleh

Penerima Raskin di Palembang Tahun Ini Mencapai 72.178

Ilustrasi Tempo
Ilustrasi Tempo

PALEMBANG I Masyarakat penerima beras miskin pada tahun ini di Kota Palembang tercatat mencapai 72.178 rumah tangga sasaran (RTS). Jumlah tersebut diketahui sama banyaknya dengan penerima pada tahun lalu.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Palembang, Reflin Arda menjelaskan, data ini merupakan data pokok tahun 2011 meskipun pihaknya melaksanakan sensus raskin setiap tiga tahun sekali. Berbeda
dengan sensus kemiskinan yang digelar setiap tahun.

“Sama seperti tahun lalu, masih di angka 72.000 lebih RTS, data ini setelah dilakukan pendataan dari tinggkat Kelurahan,”katanya, usai sosialisasi program raskin di kantor Setda  Pemkot, Kamis (10/3).

Dijelaskannya, RTS penerima raskin ini termasuk warga miskin yang terdata dalam sensus miskin. Tingkat kemiskinan dilihat dari beberapa faktor, diantaranya sisi pengeluaran rumah tangga seperti biaya makan, pendidikan, dan transportasi.

“Penduduk miskin tercatat sebanyak 12,9 persen dari 1,6 juta penduduk per 2015. Pusat menilai ini rendah dibandingkan kota metropolitan lain yang ada di Indonesia,”kata Reflin.

Menurut Refli, angka kemiskinan memang sulit ditekan. Tahun lalu tercatat 13 persen dari jumlah penduduk Palembang. Namun, jumlah penduduk ini juga terus bertambah akibat pengaruh migrasi.

“Orang miskin tidak bisa dikurangi. Sebab kota akan selalu menjadi tempat harapan perubahan tingkat ekonomi mereka yang berada di daerah. Arus migrasi tak bisa dicegah, karena semakin banyak yang mengadu nasib di Kota ketimbang di desa,”katanya.

Terkait distribusi raskin, dari rapat sosialisasi diketahui tidak ada perubahan juga pada mekanismenya. Nilai tebusan dipatok Rp1500/kg. Penyaluran natinya langsung dari Bulog yang diditribusikan kepada RTS di Palembang. (Supardi)

Komentar

Berita Lainnya