OKI – Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) menggelar apel kehormatan dan renungan suci di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kesuma Bangsa Kayuagung, Jumat (14/8/2026) pukul 23.30 WIB.
Kegiatan berlangsung khidmat. Lampu di area makam dipadamkan dan dua obor dinyalakan sebagai simbol penghormatan kepada para pahlawan yang telah gugur dalam perjuangan mempertahankan kemerdekaan.
Sebanyak 95 pahlawan dimakamkan di TMP Kesuma Bangsa. Dalam apel tersebut, Komandan Kodim (Dandim) 0402/OKI Letkol Inf Gunawan Wibisono SH bertindak sebagai inspektur apel sekaligus membacakan naskah apel kehormatan dan renungan suci.
Gunawan mengatakan, renungan suci menjadi momentum untuk kembali mengenang jasa dan pengorbanan para pahlawan yang telah berjuang demi kemerdekaan Indonesia.
“Malam ini kita hadir untuk mengenang dan menghormati para pahlawan yang telah mengorbankan jiwa dan raganya demi kemerdekaan. Pengorbanan mereka menjadi amanah bagi generasi penerus untuk menjaga keutuhan bangsa dan negara,” ujarnya.
Menurutnya, semangat perjuangan para pahlawan harus diteruskan melalui pengabdian sesuai dengan tugas dan tanggung jawab masing-masing.
“Perjuangan hari ini tentu berbeda dengan perjuangan pada masa lalu. Namun, semangatnya tetap sama, yakni memberikan yang terbaik bagi bangsa dan negara. Mari kita isi kemerdekaan dengan kerja nyata, menjaga persatuan dan memberikan pengabdian terbaik kepada masyarakat,” ungkap Gunawan.
Bupati OKI H. Muchendi Mahzareki mengatakan, renungan suci bukan sekadar kegiatan seremonial dalam rangkaian peringatan HUT Kemerdekaan RI. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi momentum untuk merefleksikan kembali nilai-nilai perjuangan yang diwariskan para pahlawan.
“Kemerdekaan yang kita rasakan hari ini tidak datang begitu saja. Ada pengorbanan, air mata, bahkan nyawa yang diberikan para pahlawan. Karena itu, momentum renungan suci ini mengingatkan kita untuk tidak melupakan sejarah dan terus menghargai jasa mereka,” kata Muchendi.
Ia menambahkan, generasi saat ini memiliki tanggung jawab untuk meneruskan perjuangan para pahlawan melalui pembangunan dan peningkatan pelayanan kepada masyarakat.
“Kalau dulu para pahlawan berjuang dengan senjata, hari ini perjuangan kita adalah membangun daerah, meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan menjaga persatuan. Semangat perjuangan itu harus terus kita hidupkan dalam setiap pengabdian,” ujarnya.
Suasana hening semakin terasa ketika pembacaan naskah renungan suci berlangsung di bawah cahaya dua obor. Kegiatan kemudian ditutup dengan doa dan penghormatan kepada arwah para pahlawan.
