Palembang

Pemerintah Gencar Bangun Pariwisata, Ini Dampaknya Bagi Palembang!

196
ampera

PALEMBANG I Tak hanya diuntungkan oleh sumberdaya alam sebagai komoditas ekspor, keindahan panorama alam Nusantara juga strategis sebagai penghasil devisa utama bagi Indonesia. Penggenjotan sector ekonomi melalui pariwisata terbukti potensial ketika ekspor Indonesia mengalami kelesuan pada tahun 2015 silam akibat perdagangan internasional yang melambat. Menteri pariwisata menargetkan pemerintah mendulang devisa 240 triliun dari pariwisata tahun 2019 mendatang.

Arah kebijakan dan strategi pengembangan destinasi dan industry wisata tahun 2015-2019 dilakukan melalui pengembangan infrastruktur dan ekosistem pariwisata, wisata alam, budaya, dan buatan, peningkatan tatakelola destinasi wisata, dan pengembangan industry wisata.

Meskipun tak masuk ke dalam salah satu dari pengembangan 10 destinasi wisata prioritas dengan pembentukan Badan Otorita, Palembang Kota merupakan salah satu dari 27 cluster destinasi terpilih dalam asistensi pengembangan tatakelola destinasi dan pemberdayaan masyarakat. Palembang dikembangkan sebagai destinasi wisata budaya dengan konsentrasi pengembangan daya tarik wisata sejarah dan religi serta daya tarik wisata pedesaan dan perkotaan.

Palembang memiliki sejarah kerajaan Sriwijaya yang tersohor sebagai kerajaan bahari yang areanya membentang hingga Kamboja, Thailand, dan Semenanjung Malaya, sekaligus pusat pembelajaran agama budha pada abad ke-7.  Diperkirakan pusat pemerintahan berada di tepian sungai musi. Perpaduan jembatan Musi yang tersohor dan beragam fasilitas dapat menjadi wisata sungai menarik dengan benchmarking sungai Chao Phraya, Thailand. Saat ini disiapkan bus air yang dapat menghubungkan satu lokasi wisata kelokasi lainnya dan diharapkan dapat memikat lebih banyak pelancong.

Palembang berpotensi dari sector pariwisata, hanya saja butuh pengembangan dan pembangunan yang berkesinambungan. Menariknya, infrastruktur Palembang melesat dari dua arah yakni dalam rangka mendukung turis medan sekaligus gelaran olahraga internasional Asian Games 2018 mendatang melalui sarana dan prasarana olahraga, jalantol, serta LRT. Event olahraga internasional ini dinilai sebagai momentum yang tepat bagi Palembang untuk mempromosikan wisatanya kejenjang internasional. Saat ini Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Sumatera Selatan segera membentuk Badan Promosi Pariwisata Daerah untuk lebih meningkatkan kunjungan diatas angka1000 wisatawan per bulannya ke provinsi ini.

Turisme terbukti memiliki efek domino yang mendorong perekonomian berdiri semakin kokoh. Properti komersial di sekitar atraksi wisata dapat berpengaruh kepada perkembangan real estate diikuti dengan rencana pembangunan hingga 30 hotel hingga 2018 nanti untuk menampung kunjungan 40 ribu wisatawan.

Perbaikan infrastruktur dan pemolesan potensi wisata juga dapat menstimulasi derasnya investasi properti. Saat ini harga rumah tapak Palembang dari awal tahun hingga September 2016 cukup konstan di kisaran rata-rata 7,3 – 7,5 juta Rupiah per meter persegi. Harga tertinggi bulan ini berada di lokasi IlirTimur 1 mencapai 10,9juta Rupiah per meter persegi.

Dengan demikian, meningkatnya destinasi dan investasi menjadikan pariwisata sebagai kunci dalam pembangunan dan kesejahteraan. Hal ini sejalan dengan harapan Pembangunan Pariwisata Nasional untukdapat mewujudkan destinasi pariwisata yang aman, nyaman, menarik, mudah dicapai, berwawasan lingkungan, meningkatkan pendapatan nasional, daerah dan masyarakat. (rm)

Exit mobile version