oleh

Ogan Ilir Target Vaksin 44.991 Balita

INDERALAYA I Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ogan Ilir, Provinsi Sumatera Selatan melalui Dinas Kesehatan Ogan Ilir menargetkan sebanyak 44.991 bayi lima tahun (balita) divaksin polio. Melalui pelaksanaan Pekan Imunisasi Nasional (PIN) polio diharap ogan Ilir terbebas dari ancaman polio.

“Pelaksanaan PIN polio ini bertujuan agar tercapainya edukasi polio sekaligus memastikan tingkat imunitas terhadap polio di OI cukup tinggi. Yang pastinya dengan pemberian vaksin polio dapat memberikan perlindungan secara optimal, terutama pada balita rentang usia 0 sampai 59 bulan,”kata Bupati OI AW Nofiadi Mawardi usai pelaksanaan PIN polio di Desa Payakabung Indralaya Utara Selasa (8/3/2016).

Bupati melanjutkan bahwa pelaksanaan PIN polio digelar serentak di seluruh Indonesia mulai tanggal 8 hingga 15 Maret 2016 ini.

Bupati pun berharap agar para orang tua dapat membawa balitanya untuk diimunisasi.

“Saya ingatkan agar para orang tua dapat membawa anak-anaknya diimunisasi polio di pos-pos yang telah disediakan. Polio ini dilakukan agar balita mempunyai kekebalan tubuh dan terhindar dari berbagai penyakit,” jelasnya.

Kendati Ogan Ilir terbebas dari penyakit  polio, namun pihaknya meyakini dimasa mendatang OI masih terbebas dari polio. Ini menyusul tingginya kesadaran masyarakat dalam memberikan vaksin terhadap anak-anaknya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Hj Siska Susanti menambahkan dengan dilaksanakannya PIN polio diupayakan OI terbebas dari penyakit polio.

“PIN polio dilaksanakan secara serentak. Bukan berarti dilaksanakannya PIN polio karena OI terdeteksi ada balita terkena polio. Tapi ini sebagai impact kejadian di pulau Jawa tahun 2005 dan 2006. Kalau KLB tentu PIN polio akan diulang lagi diseluruh Indonesia,”tuturnya.

Khusus di Desa Payakabung, Kecamatan Inderalaya Utara setidaknya ada sekitar 107 balita yang diberikan vaksinasi polio.

Dalam pelaksanaan PIN polio, kata dia, pihaknya telah menyiapkan sekitar 484 pos dengan melibatkan sebanyak 723 kader dan 509 orang tenaga kesehatan. (ST)

Komentar

Berita Lainnya