Namun angka realisasi itu turun dibanding dengan sumbangan PAD L3S tahun lalu sebesar Rp6,9 miliar.
“Dari hasil rekapitulasi yang kita lakukan, perolehan PAD dari L3S pada tahun 2017 ini sama seperti target ditetapkan sebesar Rp6.493.944.975. Tapi jika dibandingkan tahun lalu, terjadi penurunan angka realisasi,” kata Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP), Ir Hasanudin melalui Kabid Perikanan, Romiko, Senin (4/12).
Menurut Romiko, dari jumlah 346 objek yang dilelang, namun yang terjual hanya sebanyak 282 objek lelang. Dia mengklaim kecamatan yang paling besar menyumbang PAD L3S yakni objek dari Kecamatan Jejawi dengan angka Rp1.920.870.000, sedangkan yang paling terendah yakni berasal dari Kecamatan Sungai Menang sebesar Rp19.324.725.
Dia melanjutkan pada tahun 2016 lalu, PAD dari L3S ini ditargetkan sebesar Rp6,9miliar dan terealisasi sebesar Rp 5,7miliar dari 330 objek dan terjual sebanyak 267 objek lelang.
“Dari tahun sebelumnya hingga saat ini realisasinya selalu over target, karena Pemkab OKI selalu meninjau ulang objek L3S yang tersebar di beberapa kecamatan. Hal ini karena adanya lokasi objek yang terkena proyek pembangunan timbunan jalan Tol Kayuagung-Jakabaring,” ucapnya.
Kendati demikian, pihaknya akan terus mengkaji objek lelang yang ada, agar pengemin tidak mengalami kerugian. Bahkan pihaknya juga memperingatkan pengemin yang berhasil memenangkan objek lelang agar tidak melakukan penangkapan dengan menggunakan alat setrum listrik.
“Kita juga melakukan perjanjian secara tertulis kepada pengemin agar tidak menuntut ganti rugi apabila lebak yang dimenangkannya terkena dampak dari pembangunan seperti jalan tol dan pembangunan lainnya,” kata Romiko.(Romi)
