Berita Daerah

Kasatlantas OKI : Proses Pembuatan SIM Sesuai SOP

216
pakpahan-20161117_135206_1

KAYUAGUNG I Menanggapi keluhan masyarakat di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Provinsi Sumatera Selatan yang menyampaikan keluhannya melalui salah satu anggota DPRD OKI, mengenai sulitnya membuat surat izin mengemudi (SIM) di lingkungan Kepolisian Resort (Polres) OKI.

Kasatlantas Polres OKI, AKP, Polin Eterna Pakpahan, SIK mengatakan, bahwa pihaknya tidak pernah mempersulit masyarakat yang ingin mengajukan pembuatan SIM.

“Kita tidak pernah mempersulit terlepas ada keluhan yang mengatakan sulit itu karena memang mereka tidak lolos dalam ujian tertulis dan praktek mengemudi,”katanya.

Menurutnya, pihaknya hanya menjalankan tes tersebut sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP). ” Kita lakukan tes itu sesuai dengan SOP ya kalau memang mereka lolos pada tahapan ujian yang kita lakukan SIM nya pasti kita keluarkan bukan dipersulit,”katanya.

Lebih lanjut dikatakannya, setiap warga yang ingin melakukan pengurusan SIM wajib mengikuti tes tertulis dan praktek termasuk perpanjangan.

“Yang mau perpanjangan juga wajib ikut tes makanya SIM itu berlaku selama 5 tahun, bisa jadi dalam kurun waktu tersebut yang bersangkutan mengalami gangguan kesehatan baik dari segi penglihatan dan lainnya jadi tidak menutup kemungkinan yang memperpanjang pun tidak lolos,”ketusnya.

Sebelumnya, anggota DPRD OKI, Triyoto, mengutarakan, kalau banyak keluhan dari masyarakat terkait sulitnya pembuatan SIM.

“Ada belasan konstituen berasal dari Mesuji Makmur hingga Wahyuni Mandiri yang datang mau membuat SIM. Setelah diikuti rangkaian tes, rupanya semuanya tidak lolos. Kasian mereka dari jauh-jauh dan bermalam. Masih saja tidak mendapatkan SIM. Ya, saya kira itu tak perlu terjadi,” ucap anggota DPRD OKI, Triyoto, di DPRD OKI, Rabu (9/11).

Menurut politisi PAN OKI ini, sekarang ini kesadaran masyarakat yang ingin membuat SIM harusnya diapresiasi, bukan justru dipersulit.

Akibat tidak lolosnya berbagai rangkaian yang dilalui, jelas akan sangat berdampak terhadap sosial. Apalagi didaerah Mesuji Makmur kerap terjadi tindak curanmor.

“Kan biaya itu semua masuk PAD kita. Kok, justru dipersulit. Harusnya kan dipermudah,” kata Triyoto seraya meminta Kapolres dapat mengeluarkan kebijakan mempermudah pelayanan SIM. (Romi Maradona)

Exit mobile version