oleh

Kader PKK Itu Ujung Tombak Wujud Nyata 10 Program Pokok PKK

PANGKALPINANG – Tim Penggerak PKK Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) menyelenggarkan Rapat Konsultasi TP PKK se-Babel, Rabu (8/9/2021) di Bangka City Hotel. Hadir seluruh jajaran TP PKK se-Babel dan juga kepala daerah sebagai pembinanya.

Ketua TP PKK Babel, Melati Erzaldi dalam sambutannya mengungkapkan rasa senangnya, acara rapat konsultasi yang harusnya dilaksanakan pada awal tahun terlaksana hari ini dikarenakan situasi pandemi Covid-19.

“Kita sama-sama berharap dan berdoa semoga pandemi ini bisa teratasi dan terlewati secepatnya sehingga kita bisa melakukan kembali kegiatan dan program yang telah kita rencanakan sebagai mitra pemerintah dalam membantu menyejahterakan keluarga yang ada di daerah yang kita cintai ini,” ungkapnya.

Di hadapan peserta, disampaikan juga oleh Ketua TP PKK Melati, bahwa Rapat Konsultasi 2021 ini diselenggarakan dengan tujuan menyerap aspirasi dan mengetahui permasalahan yang ditemui oleh anggota TP PKK se-kabupaten/kota, kecamatan hingga sampai desa/kelurahan, khususnya di masa pandemi ini.

“Sehingga kita dapat tetap memberikan motivasi dan dukungan bagi para kader PKK yang menjadi ujung tombak pelaksanaan 10 program pokok PKK,” jelasnya.

Dalam kesempatan itu juga, Ketua TP PKK Melati mengajak seluruh TP PKK dan kader sebagai suatu kekuatan dahsyat dalam mengurangi dan mengentaskan stunting di Babel dengan melakukan berbagai upaya dimulai melalui Dasawisma, agar para kader PKK dan Dasawisma ikut terus memantau perkembangan 1.000 hari pertama kehidupan secara aktif dan melakukan tindakan pencegahan berupa peduli ibu hamil dengan selalu mengingatkan keluarga maupun tetangga sekitar untuk melakukan pemeriksaan dan memperhatikan asupan gizi yang baik.

“Selanjutnya setelah kelahiran bayi, para kader PKK melalui kegiatan Posyandu diharapkan dapat membantu para ibu yang memiliki bayi dan balita agar semangat dan termotivasi membawa anak-anaknya mengikuti kegiatan Posyandu, guna menjaga dan memantau kesehatan bayi dan balitanya. Para kader PKK dan Dasawisma juga saya harapkan selalu koordinasi dengan tenaga kesehatan terdepan yaitu bidan dan pos pelayanan kesehatan desa dengan cepat dan tanggap memberikan laporan apabila ada anak yang terindikasi kekurangan gizi atau gizi buruk,” katanya.

Melalui pertemuan ini, ia mengharapkan ada masukan-masukan dari semua peserta berupa usulan, ide-ide ataupun konsep yang dapat menjadi acuan bagi percepatan dan optimalisasi pelaksanaan 10 program pokok PKK di Babel.

“Besar harapan kami agar kita semua sebagai tim penggerak PKK dan seluruh kader meski dalam kondisi pandemi tetap dapat menjaga semangat untuk dapat merealisasikan setiap rencana kerja yang telah disusun serta menjadi bagian yang tidak terpisahkan sebagai agen perubahan dalam pembangunan daerah di berbagai bidang,” ungkapnya.

Sementara mewakili gubernur, Kepala Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat Desa (Dinsos PMD) Babel, Budi Utama menyambut baik terselenggaranya rapat kerja tahunan PKK.

“Tujuan rapat konsultasi ini guna membangun persamaan persepsi dan keterpaduan dalam pengelolaan gerakan PKK, sekaligus menerima informasi program kerja dari tim penggerak PKK tahun 2021. Sekaligus meningkatkan sinergisme kader dalam upaya pencegahan perkawinan anak dan peduli stunting guna mewujudkan keluarga sehat dan sejahtera,” tuturnya.(Irna)

Komentar

Berita Lainnya