oleh

Jumlah Penerima PKH di OKI Bertambah Menjadi 42.680

Ilustrasi : Google Image
Ilustrasi : Google Image

KAYUAGUNG I Penerima Program Keluarga Harapan (PKH) di Kabupaten Ogan Komering Ilir bertambah sebanyak 42.680 keluarga. Hal ini seiring dengan bertambahnya kuota penerima Program Keluarga Harapan dari Pemerintah Pusat.

“Secara Nasional  Kabupaten Kota di Indonesia bertambah karena  bertambahnya penerima Program Keluarga Harapan (PKH) dari Pemerintah Pusat sebanyak 2,5 juta untuk tahun 2016” Ungkap Dwi Muzawal, SH Kepala Dinas Sosial Kabupaten OKI.

Terkait akan bertambahnya jumlah penerima PKH di tahun 2017 mendatang menurut dia karena jumlah keluarga penerima PKH dipusat juga meningkat hingga 6,5 juta sehingga  Di OKI Penerima PKH  akan bertambah hingga 42.680 kk.

“Angka 42.680 keluarga itu dari pusat dan sedang kita verifikasi, kemungkinan besar jumlah itu akan berkurang, setelah kita verifikasi ulang nanti,” terang Dwi sembari berharap program PKH ini bermanfaat untuk masyarakat.

Sementara itu, Kabid Pemberdayaan Sosial, Dinas Sosial Kabupaten OKI, Didik Agus Mujianto, saat ditemui diruang kerjanya Selasa (3/5/2016) mengatakan, Jumlah penerima PKH tahun ini yang tergolong Keluarga Sangat Miskin (KSM) sebanyak  13.912 keluarga semuanya sudah mencairkan dana PKH tahap satu, data tersebut sesuai data tahun 2008-2011.

Penerima PKH katanya, tahun depan mengalami penambahan sebanyak 42.680 kelurga, tapi data ini masih akan di verifikasi ulang. “Kemungkinan besar jumlah itu akan berkurang, setelah kita verifikasi ulang nanti,” terangnya.

Untuk penerima PKH tahun 2016, kata Didik, masih menggunakan data tahun 2011.” Pencairan dana PKH ini sebanyak 4 tahap, untuk pencairan  tahap satu  berakhir tanggal 2 Mei kemarin, dananya sebanyak Rp,12.006.316.250, setiap kelurga menerima dana bervariasi tergantung jumlah individu dalam keluarga yang menerimanya.

Menurut Didik, besaran dana yang diterima oleh individu masing-masing untuk siswa SD Rp. 450 ribu, SMP Rp 750 ribu,  SMA Rp, 1 juta dan ibu hamil Rp 1,2 juta, kemudian ditambah  Bantuan tetap Rp 500 ribu.” Jika tahun lalu siswa SMA tidak terima PKH, tahun ini mereka menerima, kemudian dana untuk ibu hamil sebelumnya Rp 1 juta, sekarang naik menjadi Rp 1,2 juta,” ungkapnya.

Jelasnya, bahwa saat ini pemerintah pusat sedang serius, untuk menanggulangi kemiskinan, selama ini program yang dibuat belum begitu rill, sehingga angka penurunnya tidak begitu terlihat.” Kedepan untuk warga Miskin mereka akan menerima Raskin, dana PKH, kemudian kartu indonesia pintar (KIP), kartu indonesia sehat  (KIS), Kube dan rehap rumah, dengan demikian nanti akan terlihat angka penurunannya,” jelasnya.

PKH adalah program perlindungan sosial melalui pemberian uang tunai kepada Keluarga Sangat Miskin (KSM), selama keluarga tersebut memenuhi kewajibannya terkait pendidikan dan kesehatan. Pencairan dana PKH ini dilakukan setiap tiga bulan sekali, atau empat kali dalam satu tahun. (Romi Maradona)

Komentar

Berita Lainnya