Berita Daerah

Jalan Poros Bumi Arjo Lempuing Rusak Parah

334
Jalan-Poros
Sering dilalui kendaraan bertonase tinggi jalan poros Desa Bumi Arjo Lempuing Rusak parah.

KAYUAGUNG I Progres pembangunan tol Pematang Panggang -Kayuagung terus dikebut. Namun, di tengah percepatan pembangunan proyek strategis nasional tersebut mulai meresahkan masyarakat lantaran aktifitas kendaraan angkutan material pembangunan jalan tol rata-rata bertonase tinggi dengan frekuensi ratusan kendaraan per hari.

Dengan kondisi ini, otomatis berimbas terjadinya kerusakan jalan, khususnya jalan poros yang dilintasi ratusan kendaraan tersebut. Seperti terjadi pada jalur jalan Desa Bumi Arjo Makmur dan Desa Bumi Arjo Kecamatan Lempuing Kabupaten OKI.

Oleh karena itu, Masyarakat kedua desa khususnya Desa Bumi Arjo kecamatan Lempuing kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) mendesak agar PT Waskita Karya selaku pelaksana proyek nasional pembangunan jalan tol pematang panggang – kayuagung segera dapat lakukan perbaikan secara intens terkait kerusakan fasilitas jalan yang ditimbulkan oleh kendaraan berat pembangunan jalan tol yang melalui desa mereka.

Pasalnya, Puluhan kendaraan berat pembangunan jalan tol yang melintasi wilayah desa tersebut kerapkali menyisakan kerusakan fasilitas jalan sehingga mengakibatkan aktifitas dan roda perekonomian masyarakat terganggu.

Sucipto (40), salah satu warga setempat, Kamis (2/3/2017) mengatakan, kendaraan pengangkut material pembangunan jalan tol yang melintas disini umumnya rata-rata berkapasitas muatan 25 sampai 30 ton per unit, dengan frekuensi ratusan kendaraan per hari, sehingga menyebabkan jalan berdebu dan tak jarang jalan menjadi rusak serta berlubang apalagi dimusim penghujan seperti sekarang ini.

“Mobil tronton pengangkut material pembangunan jalan tol muatannya 25 sampai 30 ton per unit, dengan frekuensi ratusan kendaraan per hari. Dari pagi hingga malam hari, tiga sampai lima kendaraan konvoi dengan selang waktu beberapa jam,”ungkapnya.

Selama ini, kata dia, untuk mengatasi jalan berdebu biasanya kita siram dengan air seadanya dan jalan yang rusak kita perbaiki melalui swadaya masyarakat.

“Masyarakat bukannya tidak mendukung percepatan pembangunan proyek strategis nasional ini, tetapi kami berharap pihak kontraktor penyelenggara pembangunan jalan tol paling tidak ikut andil dalam mengatasi masalah yang terjadi, misal ada jalan rusak dan berdebu, tolong dibantu masyarakat dalam menanggulanginya,” tukas dia penuh harap.

Rohimin (34), warga lainnya menambahkan, kami tidak menuntut banyak. Cuma paling tidak pihak kontraktor jangan seakan-akan tidak mau tahu, padahal apa yang terjadi ini kan hasil dari perbuatan mereka juga walaupun tidak sengaja.

“Sepatutnya lah mereka turut bertanggung jawab dalam mengatasi dan menanggulangi apa yang terjadi,” tegasnya.

Sementara itu,Joko Wahyudi selaku kepala desa Bumi Arjo kecamatan Lempuing saat dikonfirmasi melalui seluler membenarkan bahwa memang kendaraan pengangkut material pembangunan jalan tol yang melintasi desa mereka kerapkali kali menyisakan kerusakan fasilitas jalan.

“Apakah lantaran musim penghujan seperti sekarang ini sehingga jalan kerap cepat menjadi rusak ketika dilalui kendaraan material pihak perusahaan,” katanya.

Memang diakuinya, Pihak pelaksana telah ada melakukan perbaikan jalan tetapi hal itu tidak begitu berarti jika dibandingkan dengan akibat yang ditimbulkan.

“Kita tidak menampik kalau pihak pelaksana telah ada upaya perbaikan jalan, namun perbaikan yang mereka lakukan tidak sebagus seperti kondisi jalan semula,” tandasnya.

Harapan kita, lanjutnya, kepada pihak PT Waskita Karya selaku pelaksana proyek nasional agar kedepan lebih memperhatikan dan memprioritaskan juga perbaikan jalan yang mereka lalui serta jangan hanya lantaran mengejar target hal lain dikesampingkan.(Romi)

Exit mobile version