“Jadikan momentum peringatan ini sebagai refleksi dan bukan hanya sekedar seremonial belaka,” ajak Tanhar, ditemui usai mengikuti Upacara peringatan Hari Kesaktian Pancasila bersama puluhan anggota PP di Lapangan “Seganti Setungguan” (eks-MTQ) pagi tadi.
Diulasnya, sejarah telah mencatat betapa kejamnya Gerakan 30 September PKI yang dimotori oleh DN. Aidit Cs. Dimana, alih-alih membersihkan Dewan Jenderal yang dianggap kontra Revolusi, sebanyak enam perwira tinggi (Pati), dua perwira menengah (Pamen) dan satu perwira pertama (Pama) TNI diculik, disiksa, dibunuh hingga dijebloskan ke dalam apa yang dinamakan Lubang Buaya.
“Nah, peristiwa kudeta tersebut jangan sampai terulang kembali. Untuk itu, penting sekali bagi kita generasi saat ini memaknai Sejarah, termasuk peristiwa G30S/PKI,” ingatnya.
Untuk itu, pria yang juga anggota DPRD Kabupaten Lahat ini mengajak agar masyarakat di “Bumi Seganti Setungguan” dapat meningkatkan persatuan dan kesatuan serta mewaspadai setiap upaya yang berusaha menggantikan Ideologi Pancasila dengan paham lain.
“Mari jaga persatuan dan kesatuan. Dan jangan beri ruang sedikitpun bagi Komunisme untuk kembali bangkit di Bumi Persada Indonesia,” serunya. (SFR)
