Pagaralam | Isu keberadaan Harimau yang berkeliaran di areal Objek Wisata Kebun Teh Gunung Api Dempo (GAD) Kota Pagaralam dalam satu bulan terakhir berdampak terhadap menurunnya tingkat hunian villa dan hotel di kota besemah tersebut.
Hal ini dikeluhkan para pelaku usaha Pariwisata karena banyak tamu mereka membatalkan kunjungan berwisata ke kota pagaralam dikarenakan takut.
Ramadian pengelolah villa DAW eks MTQ membenarkan sejak isu kemunculan harimau di kebun teh gunung dempo banyak wisatawan dari luar daerah membatalkan niatnya untuk berwisata ke pagaralam hal ini berdampak terhadap menurunnya tingkat hunian.
Dirinya berharap, agar instansi terkait membantu dan mensosialisasikan kepada wisatawan bahwa areal kebun teh gunung dempo aman dari harimau. “Yang dilarang itu area tugu rimau bukan wisata kebun teh,”ungkapnya.
Lanjutnya, berdasarkan data yang ada selama isu kemunculan harimau tersebut villa yang dikelolanya sama sekali tidak ada pengunjung meskipun di hari libur.
“Untuk pengguna media sosial janganlah memberikan informasi yang salah serta tidak melebih lebihkan terkait harimau yang terlihat di Tugu rimau karena berdampak bagi para pelaku usaha,”Katanya. (Digo)
