Tak Terima Diancam Pakai Parang, IRT Lapor Polisi

user
abdussalam 30 Juli 2022, 16:31 WIB
untitled

PALEMBANG - Seorang ibu rumah tangga (IRT) mendatangi Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polrestabes Palembang, karena merasa sudah diancam menggunakan senjata tajam (Sajam) bahkan di maki oleh mantan istri dan mantan adik ipar dari suami sahnya, Kamis (28/7/2022).

Imelda Bunga Aprilia (25) warga Jalan PDAM, Kecamatan Ilir Barat I, Palembang, melaporkan mantan istri suaminya yang bernama Astri ke Polisi karena mendapat ancaman menggunakan parang.

Diceritakannya, kejadian dialaminya pada hari Kamis (9/6/2022) sekira pukul 11.00 WIB saat itu Imelda dan suaminya Hendry tengah menjemput anak mereka sepulang sekolah. Di Jalan Swakarsa, Kelurahan Kemang Agung, Kecamatan Kertapati, Palembang, persis didepan rumah terlapor.

" Saat kejadian kami mau menjemput anak sekolah, namun tiba di sana tidak bertemu. Karena tidak ada, saya bertanya sama mantan adik ipar suami saya," ungkapnya, ditemui usai membuat laporan.

Mantan adik ipar yang diketahui bernama Dea (20) kemudian memaki-makinya dengan perkataan kasar dan meludahi Imelda.

" Saat ditanya sama dia dimana anak kami, dia malah memaki saya dengan kata - kata kasar (lonte) salah satunya, kemudian dia juga meludahi saya tapi saya balas," bebernya.

Lanjut korban, dirinya juga sempat di lempar dengan gagang pintu dan mengenai bahu.

" Bahu saya kena lemparan gagang pintu, tidak luka. Lalu saya balas lempar batu ke rumah terlapor, batunya kena kaca jendela hingga pecah. Ternyata dia sudah laporin saya perkara perusakan dan pengeroyokan, saya lapor balik," ujarnya.

Masih katanya, lemparan batu mengenai kaca jendela, lalu terlapor Astri (34) keluar dari rumaah dan mengancamnya sambil membawa parang. Keributan yang terjadi, akhirnya di lerai oleh saksi Hendry (suami pelapor) memisahkan kedua belah pihak.

" Terlapor mengancam pakai parang panjang, kemudian kami dipisahkan oleh suami. Karena tidak terima sudah dimaki pakai kata kasar dan diancam pakai parang, makanya saya bikin laporan," tutupnya.

Kasat Reskrim Polrestabes Palembang, Kompol Tri Wahyudi membenarkan laporan korban pengancaman pasal 335 sudah diterima di SPKT dan akan segera ditindaklanjuti.

" Benar sekali saat ini laporan korban sudah kita terima di SPKT Polrestabes Palembang, dan akan segera didalami Sat Reskrim," pungkasnya, Sabtu (30/7/2022).(ABDUS)

Credits

Bagikan