oleh

Heboh Proyek Gedung PN Koba, Anto Tuding Wartawan Nakut-nakuti

PANGKALPINANG – Anto Riswanto, Site Manager proyek pembangunan Gedung Pengadilan Negeri (PN) Koba yang berstatemen di beberapa media online menyebutkan kalimat Forwaka Babel menakut-nakuti dan membawa nama institusi kejaksaan wajib membuktikan omongannya.

Jika memang Anto tidak bisa membuktikan omongannya berarti media yang diberitakan wajib juga membawa permasalahan ini ke ranah hukum karena telah menecemarkan nama baik media dan juga institusi Kejakasaan Tinggi (Kejati) Babel. Sebaliknya, media yang membuat tulisan tidak benar bisa disebut membuat berita hoax atau bohong.

Romli, sekretaris Forwaka Babel dengan tegas menantang Anto selaku site manager proyek PN Koba.

“Kami meminta Pak Anto dapat mempertanggungjawabkan omongannya dimana ada perbuatan kita yang menakut-nakuti dalam kegiatan jurnalisme. Saat datang ke lokasi benar ada 4 wartawan benar Forwaka Babel ke lokasi proyek. Langsung mencari pihak yang bisa memberikan keterangan. Kemudian terjadi perbincangan santai dengan suguhan kopi dan yang berbicara saat itu memperkenalkan dirinya Adi (warga Muntok), selaku pengawas proyek,” ungkap Romli.

Disebutkan Romli, dalam perbincangan ada sekitar 6 orang perwakilan pihak proyek di dalam direksi kit.

“Kami bisa membuktikn memang benar ada orang bernama Adi meski kami salah menuliskan nama tapi bisa menunjukkan atau dipertemukan dengan yang bersangkutan. Benar juga proyek tersebut disebut pengawas proyek milik Pak Roland yang mengerjakan proyek sebagai KSO di RS Ir Soerkano di Gedung C. Benar juga kalau proyek tersebut atas nama atau pinjam bendera PT Bumi Aceh Citra Persada dengan direktur Faisal. Bahkan kami wartawan sempat bingung siapa yang sebenarnya berhak ngomong, karena di dalam direksi kit semuanya (6) orang tersebut ngomong,” beber Romli.

Romli pun meminta kepada Anto sekali site manager dimana saat wartawan melakukan kegiatan jurnalistik menakut-nakuti.

“Meminta kepada saudara Anto untuk membuktikan yang dimaksud dengan menakut nakuti. Perbuatan kawan kawan media yang mana yang disebut dalam jumpa pers yang menakut nakuti.

Jika tidak bisa menunjukkan.. Maka, akan dibawa ke ranah Hukum. Karena sudah memfitnah sehingga wartawan dari media yang disebut Anto tercemarkan. Saudara Anto bisa kami laporkan pidana Pasalnya 310 dan 311,” tegas Romli.

Romli mengatakan, setelah wawancara kami pun pulang dan sempat dicegat sekuriti.

“Sebelum masuk proyek kami sempat mengisi buku tamu dan pulangnya disuruh menujukkan kartu identitas dan difoto. Dalam pemberitaan tidak benar kami nyelonong masuk tanpa permisi. Apalagi kami tidak masuk ke dalam proyek hingga meengabaikan K3, hanya mengambil foto dari depan kantor direksi kit,” jelasnya.

Sementara itu, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) proyek PN Koba, Jamal yang sekaligus sektetaris di PN mengajak wartawan jangan terlalu meramaikan permasalahan ini.

“Saya masih di Jakarta, Pak. Tolong jangan diramaikan dulu sampaikan kawan-kawan. Saya sudah sampaikan dengan Pak Anto jangan dibuat berita tandingan gak enak. Nanti sepulang dari Jakarta dan meminta petunjuk Ibu Ketua PN Koba kita ketemu,” kata Jamal menghubungi wartawan media ini, Selasa (6/4/2021).

Diberitakan sebelumnya, proyek pembangunan kantor baru Pengadilan Negeri Koba Kelas II di Kabupaten Bangka Tengah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, terancam molor. Hingga Senin (29/3/2021) yang digarap baru kontruksi bangunan. Padahal deadline pekerjaan kurang dari 3 bulan yakni 10 Juli 2021.

Selain itu, proyek multi year yang digarap PT Bumi Aceh Citra Persada dengan nilai kontrak Rp 19.951.580.000.00 itu baru dikerjakan 42 persen saja. Padahal diklaim mereka memiliki puluhan tukang dan kenek.
Diketahui proyek pembangunan gedung baru Pengadilan Negeri Koba Kelas II bersumber dana APBN dengan waktu pelaksanaan 240 hari (kalender) dengan tanggal kontrak 12 November 2020 dan sebagai konsultan pengawas PT Marga Sarana Bhumi. Belum diketahui apakah proyek Rp20 miliar instansi Mahkamah Agung ini dikawal oleh Pengamanan Proyek Strategis (PPS) Kejaksaan.

Aldi, pengawas lapangan proyek ditemui di lokasi mengaku tidak ada kendala sama sekali terkait pelaksaaan pembangunan gedung baru Pengadilan Negeri Koba.

“Tidak ada masalah, semuanya berjalan dengan lancar. Kendala material juga tidak ada karena tersedia lokal banyak disini. Bahkan tukang dan kenek kami jumlahnya banyak dan kami optimis pekerjaan selesai tepat pada waktunya,” kata Aldi didampingi pengawas lainnya, Senin (29/3/2021).

Aldi menyebutkan, jika sebenarnya proyek tersebut milik Pak Roland yang dulu mengerjakan gedung C RS Ir Soekarno di Air Anyer.

“Memang perusahaan yang mengerjakan PT Bumi Aceh Citra Persada dengan direktur Pak Faisal. Tapi proyek ini punya Pak Roland, ibarat pinjam bendera. Sekarang ini progress pekerjaan baru 42 persen dengan termin ke-2. Proyek ini dikerjakan mulai 12 November 2020 hingga 10 Juli 2021,” terangnya.

Menurut Aldi, Pak Roland juga pernah mengerjakan proyek di RS Ir Soekarno. “Iya kami juga yang mengerjakan proyek gedung C RS Soekarno sebagai KSO. Ini proyek kedua PT Bumi Aceh Citra Persada. Memang diakui pekerjaan sebelumnya ada keterlambatan 10 hari dan dikenakan denda oleh PPK pak Kahadardapi,” ungkapnya.

Pantauan sejumlah wartawan yang datang ke lokasi, tampak pekerjaan gedung baru Pengadilan Negeri Koba memang terlihat masih jauh dari kata selesai. Baru berdiri kontruksi bangunan, belum dinding apalagi pengecoran, lantai dan atap masih dalam kata jauh. Bahkan selain ada pekerjaan mayor, beberapa ada pekerjaan minor lainnya seperti taman dan pagar. (doni)

Komentar

Berita Lainnya