oleh

Harga Karet Terdongkrak Naik, KKK 100 Persen Rp18.854/Kg

PALEMBANG | Harga karet terdongkrak naik Rp. 293,- hal ini disebabkan harga minyak dunia kembali mengalami perubahan terbarunya di bursa komoditas berjangka Internasional  yang disebabkan adanya komitmen pemangkasan produksi oleh Organization of the Petroleum Exporting Countries (OPEC).

Kepala Bidang Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perkebunan Dinas Perkebunan Sumatera Selatan Rudi Aprian mengatakan, terdongkraknya harga karet ini juga dikarenakan kenaikan harga minyak dunia yang terjadi saat ini didukung juga oleh kondisi ekonomi AS yang mulai menunjukan pemulihan, hal ini diindikasikan dengan membaiknya angka pengangguran Amerika Serikat (AS).

“Sejumlah faktor inilah yang membuat sentimen positif yang mendorong sedikit adanya kenaikan harga karet di bursa global,”ujar Rudi Jumat (5/02/2020).

Menurutnya, Harga karet kadar kering (KKK) 100 persen saat ini tembus diangka Rp18.854/Kg. akan tetapi dirinya tidak dapat memastikan seberapa lama harga ini akan bertahan. “Tidak dapat diprediksi mekanisme pembentukan harga (price discovery platform) di SICOM tidak sepenuhnya mencerminkan faktor fundamental supply dan demand karet alam dunia,”ucapnya.

Katanya, Berdasarkan data Dinas Perkebunan Provinsi Sumatera Selatan dan Gabungan Pengusaha Karet Indonesia (Gapkindo) Sumsel yang bersumber dari Singapore Commodity diketahui per 5 Februari 2021, harga karet kadar kering (KKK) 100 persen Rp18.845/Kg, KKK 70 persen Rp13.192, KKK 60 persen Rp11.307/Kg, KKK 50 persen Rp9.423/Kg, KKK 40 persen Rp7.538/Kg.

Sementara pada per 4 Februari 2021, harga karet kadar kering (KKK) 100 persen Rp18.552/Kg, KKK 70 persen Rp12.986, KKK 60 persen 11.131/Kg, KKK 50 persen Rp9.276/Kg, 40 persen Rp7.421/Kg.

Ia menjelaskan harga karet KKK 100 persen ini relatif stabil di kisaran di atas Rp18.000/Kg karena permintaan pasar global yang belum meningkat signifikan dan suplai karet yang masih belum pulih.

Negara-negara besar produsen karet juga belum pulih pasca cuaca ekstrem La Nina dan penyakit gugur daun pohon karet.

“Saat ini sejumlah daerah penghasil karet di Indonesia, masih belum pulih dari penyakit gugur daun yang terjadi sejak dua tahun lalu. Jadi produksi memang agak menurun dibandingkan sebelumnya,” kata Rudi.

Dengan harga yang terbentuk di kisaran Rp18.000/Kg, petani Sumsel juga turut menikmati harga yang relatif lebih baik dibandingkan beberapa tahun sebelumnya. Biasanya, petani rakyat di Sumsel menjual karet KKK 50 persen ke pengepul.

Jika harga di pasar global berkisar Rp9.000/Kg, artinya petani Sumsel mendapatkan harga berkisar Rp5.000/Kg—Rp6.000/Kg. Namun jika mereka menjual di Unit Pengolahan dan Pemasaran Bokar maka harga bisa dipatok lebih tinggi, atau bisa berselisih Rp2.000/Kg dari pengepul. (Romi)

Komentar

Berita Lainnya