OKI Maju Bersama

Gede Aryawan: Pengunduran Diri Abdiyanto Tak Goyahkan Soliditas PDI Perjuangan OKI

14

OKI – Abdiyanto Fikri diketahui secara resmi mengundurkan diri dari PDI Perjuangan pada Senin (26/1/2026). Keputusan Abdiyanto Fikri meninggalkan PDI Perjuangan dipastikan tidak mengganggu stabilitas maupun kinerja organisasi partai. PDI Perjuangan menegaskan bahwa partai tetap solid dan berjalan sebagaimana mestinya, tanpa bergantung pada figur perorangan.

Saat ini, tongkat kepemimpinan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) telah berada di tangan Febriansyah Wardana. Di bawah kepemimpinannya, seluruh pengurus dan kader disebut tetap aktif menjalankan roda organisasi serta agenda politik partai.

Menanggapi hal tersebut, Ketua DPC PDI Perjuangan OKI, Febriansyah Wardana menegaskan, bahwa langkah tersebut merupakan keputusan pribadi Abdiyanto dan tidak memiliki keterkaitan dengan dinamika internal partai.

“Pengunduran diri Saudara Abdiyanto Fikri adalah pilihan pribadinya. Itu merupakan hak politik setiap individu dan tidak berdampak pada organisasi. Kami di PDI Perjuangan sebagai kader harus siap ditugaskan kapan pun, di mana pun, dan juga harus siap apabila tidak ditugaskan apa pun,” ujar Febri Wardana, Selasa (27/1/2026).

“Di dalam Rakernas I PDI Perjuangan kemarin sebenarnya sudah disampaikan oleh Ketua Umum, Ibu Hj. Megawati Soekarnoputri, untuk tidak ambil pusing apabila ada kader yang keluar partai. Karena kami tidak butuh kader yang banyak hanya untuk hidup di partai dan tidak bekerja untuk rakyat. Lebih baik sedikit tetapi solid dan terus bekerja untuk rakyat. Bahkan tema Rakernas kemarin juga sudah tegas, ‘disanalah aku berdiri untuk selama-lamanya’,” tambahnya.

“Partai ini tidak ditopang oleh satu orang. Yang kami butuhkan adalah kader yang solid, loyal, dan konsisten berjuang untuk rakyat. Pergantian figur tidak akan menggoyahkan PDI Perjuangan,” tegasnya.

Febri juga menekankan bahwa seluruh kader tetap berpegang pada arahan Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, yang menitikberatkan pada disiplin organisasi, soliditas, dan penguatan kerja-kerja kerakyatan.

Lebih lanjut, ia memastikan seluruh program partai tetap berjalan normal. Konsolidasi internal bahkan terus diperkuat guna menjaga kekuatan struktur partai hingga ke tingkat bawah. Apalagi ke depan, pihaknya sedang mempersiapkan Musancab, Musran, dan Musanran untuk menyusun kader yang jauh lebih solid dan benar-benar bekerja untuk partai.

“PDI Perjuangan tetap fokus pada kerja politik untuk rakyat. Struktur solid, agenda berjalan, dan partai tidak terpengaruh oleh keputusan personal siapa pun,” pungkasnya.

Sementara itu, kader PDI Perjuangan OKI, Gede Aryawan menambahkan, bahwa dinamika keluar-masuk kader merupakan hal yang wajar dalam sebuah partai politik.

“Kami memandang pengunduran diri Saudara Abdiyanto sebagai bagian dari dinamika politik yang biasa terjadi. Setiap kader memiliki hak untuk menentukan pilihan politiknya masing-masing, dan kami menghormati keputusan tersebut,” ujar dia.

Ia juga menyampaikan apresiasi atas kontribusi Abdiyanto selama bergabung dengan PDI Perjuangan.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Abdiyanto yang selama ini telah berjuang bersama PDI Perjuangan. Tentu ada banyak kontribusi yang telah diberikan untuk partai dan masyarakat,” katanya.

Lebih lanjut, Gede menegaskan bahwa jajaran pengurus dan kader PDI Perjuangan OKI akan tetap fokus menjalankan tugas dan tanggung jawab organisasi.

“Yang terpenting bagi kami adalah terus menjaga soliditas, memperkuat struktur, dan bekerja nyata untuk kepentingan rakyat. Kami optimistis PDI Perjuangan di OKI akan semakin kuat ke depan,” tegasnya.

“Untuk Abdiyanto ke mana pun melangkah, itu sudah menjadi pilihannya. Yang pasti, PDI Perjuangan tetap solid dan ke depannya kami akan terus berjuang untuk rakyat. Hilang satu tumbuh seribu” tutupnya. (jang Mat)

Exit mobile version