Berita Daerah

Festival Lahan Basah Pertama di Indonesia Digelar di Tempirai PALI

7

PALI – Sebuah festival lahan basah akan digelar di Tempirai, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Sumatera Selatan. Festival ini menjadi yang pertama diselenggarakan di Indonesia dengan mengangkat tradisi dan budaya masyarakat lahan basah.

Berbagai kegiatan budaya akan memeriahkan festival tersebut, mulai dari pameran produk anyaman, kerajinan tangan, kuliner tradisional, hingga pertunjukan sastra tutur, seni bela diri kuntau, tari tradisional, dan bekarang atau menangkap ikan bersama di lebung.

“Selain itu akan digelar lomba masakan tradisional, lomba storytelling, renang di lebak, konten kreatif, hiking ke Hutan Jongot, serta diskusi budaya,” kata Ketua Yayasan Kampung International Tempirai Indonesia sekaligus pelaksana kegiatan, Abri Amirudin, Minggu (10/5/2026).

Abri menjelaskan, kegiatan yang difasilitasi melalui Dana Indonesiana Tahun 2025 tersebut akan melibatkan pelajar, mahasiswa, tokoh adat, akademisi, pegiat budaya, serta masyarakat Tempirai dan sekitarnya. Festival dijadwalkan berlangsung pada pekan ketiga Juni 2026.

Ketua pelaksana festival, Azizah Syamsudin, mengatakan masyarakat lahan basah di Sumatera Selatan, termasuk di Tempirai, memiliki peran penting dalam sejarah peradaban daerah.

“Masyarakat lahan basah bukan hanya penyedia pangan, tetapi juga memiliki pengetahuan dan keterampilan di berbagai bidang, seperti kerajinan kayu, anyaman, logam, tenun, hingga pengobatan tradisional,” ujarnya.

Menurut Azizah, perempuan memegang peran penting dalam pewarisan pengetahuan tersebut karena sebagian besar keterampilan tradisional diwariskan dari generasi ke generasi oleh kaum perempuan.

Namun, perubahan bentang alam lahan basah akibat alih fungsi menjadi perkebunan monokultur dinilai mengancam keberlangsungan tradisi dan budaya masyarakat setempat.

“Berbagai tradisi beserta pengetahuannya mulai hilang dan terancam punah,” katanya.

Karena itu, Festival Lahan Basah Tempirai digelar sebagai upaya melestarikan tradisi masyarakat lahan basah yang masih bertahan sekaligus menumbuhkan kepedulian masyarakat terhadap pentingnya menjaga ekosistem lahan basah.

“Harapannya, lahan basah di Sumatera Selatan, khususnya di Tempirai, yang masih tersisa dapat tetap terjaga bersama tradisi dan budayanya,” ujar Azizah.

Exit mobile version