oleh

Maryadi Mengabdi 25 Tahun, di PHK Hanya Dapat Sebulan Gaji

* Tak manusiawi karyawan kena PHK sebelah pihak

BATURAJA  – PT Indomarco Adi Prima digugat oleh salah satu mantan karyawannya yang telah bekerja selama 25 tahun.

Gugatan ini dilakukan lantaran Maryadi selaku karyawan yang telah mengabdi seperempat abad ini dilakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) secara sepihak oleh perusahaan dan diberi pesangon yang sangat tidak layak.

Pengabdian Maryadi selama 25 tahun hanya diganjar satu bulan gaji oleh perusahaan sebagai imbalan pesangon atas kinerjanya selama ini. Pesangon tersebut dituangkan dalam surat Pemecatan (PHK) yang dikirimkan perusahaan ke rumah yang bersangkutan. Yang membuat Maryadi kaget, Pemecatan ini dilakukan hanya melalui surat PHK yang diterimanya tanpa memanggil dan memberitahu yang bersangkutan.

“Saya saat itu masuk kerja dan melakukan absensi finger print, namun saya ditegur salah satu karyawan bahwa saya tidak boleh lagi mengabsen serta menanyakan apakah saya belum menerima surat dari perusahaan”, sebut maryadi.

Setelah tak diperbolehkan absensi dan masuk kerja Maryadi menyebut menerima surat yang dikirimkan kerumahnya yang berisi pemutusan hubungan kerja serta mencantumkan pesangon bulan gaji. Menurutnya selama dirinya bekerja tidak pernah melakukan kesalahan fatal serta merugikan perusahaan. Bahkan mutasi yang dilakukan perusahaan ke beberapa daerah pun ia sanggupi demi mencari nafkah untuk keluarga.

“Saya di mutasi kebeberapa kabupaten sudah saya ikuti dan saya sanggupi, bahkan selama 25 tahun bekerja posisi terakhir saya bisa dikatakan turun, saya ditempatkan sebagai kampasing atau petugas kampas barang dilapangan,” tuturnya.

Di Usia yang tak lagi mudah bahkan 4 tahun memasuki masa pensiunnya Maryadi masih harus menjalani pekerjaan yang layaknya dilakoni oleh para pekerja yang masih muda dan kategori baru masuk kerja.

Merasa tak dihargai dan tak manusiawi atas PHK ini, Maryadi pun mengadukan nasibnya kepasa DPC konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) yang ada di Baturaja.

“Jadi jika ditotal hak-hak yang harus dibayar perusahaan kepada klien kami sebesar Rp 225 juta rupiah,” kata pendamping Maryadi Amrul Alamsyah selaku Ketua DPC Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) OKU saat dikonfirmasi Rabu (31/3)

Menurut Amrul yang didampingi oleh Ketua Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (SBSI) Herman Sawiran, PT Indomarco tidak menerapkan aturan yang dibuat oleh pemerintah. Mengingat PT Indomarco melakukan pemecatan terhadap karyawan secara sepihak, namun tidak memberikan hak-haknya yang sudah mengabdikan diri kepada perusahaan selama ini

“Kita berharap ada itekad baik dari PT Indomarco kepada klien kami, karena ini menyangkut hak seseorang. Dan saya yakin PT Indomarco sebuah perusahaan besar yang mengerti dengan UU Ketenagakerjaan,” pungkasnya.

Sementara itu Agus Office Manager PT Indomarco Palembang saat dihubungi oleh ketua KSPSI mengatakan sudah menerima surat dari Ketua KSPSI OKU terkait pemecatan sepihak kepada Maryadi. Kata Agus pihaknya juga sedang menunggu arahan dari pusat terkait PHK sepihak ini.

Pesangon yang diterima Maryadi ini tidak sesuai dengan Undang-undang tenaga Ketenagakerjaan pada pasal 156 ayat 2 menyebutkan jika seorang pekerja yang sudah bekerja diatas 24 tahun di PHK, maka kompensasinya perusahaan harus memberikan 9 bulan upah, 10 bulan upah penghargaan. (REDO)

Komentar

Berita Lainnya