Palembang

Dari Kuli Gudang ke Wakil Gubernur: Jejak Panjang Cik Ujang Mengabdi untuk Sumatera Selatan

10

Palembang – Lahir di Desa Lebak Budi, Merapi Barat, pada 2 Mei 1968, H. Cik Ujang, S.H. menapaki perjalanan hidup yang penuh liku sebelum mencapai puncak pengabdian di tingkat provinsi. Sebagai anak bungsu dari delapan bersaudara, ia tumbuh di lingkungan sederhana di Kabupaten Lahat, ditempa oleh kehidupan pedesaan yang akrab dengan kebun kopi dan aliran Sungai Lematang.

Pendidikan dasarnya ditempuh di SDN 12 Ulak Pandan, dilanjutkan ke SMP Negeri Lahat dan SMAN 2 Lahat. Usai menyelesaikan pendidikan, ia memilih merantau ke Jakarta demi mengubah nasib. Di ibu kota, Cik Ujang mengawali perjuangannya sebagai kuli gudang di sebuah pusat perbelanjaan. Tak berhenti di situ, ia juga bekerja di bengkel, mengasah keterampilan sekaligus menanam tekad untuk sukses.

Setelah tiga tahun merantau, pada 1993 ia kembali ke kampung halaman. Meski ditawari untuk mengelola kebun keluarga, ia memilih jalur berbeda dengan terjun ke dunia usaha. Keputusan itu membuahkan hasil ketika pada 1997 ia memberanikan diri mengirim satu truk kayu ke Jakarta, yang menjadi titik awal keberhasilan bisnisnya.

Kariernya di dunia usaha terus berkembang. Ia dikenal melalui kiprahnya di perusahaan Ayik Batu Gung, di mana ia menjabat sebagai Komisaris PT dan CV Ayik Batu Gung selama periode 2009 hingga 2018. Pengalaman tersebut menjadi fondasi penting dalam membangun kepemimpinan dan kepercayaan.

Memasuki dunia politik, Cik Ujang dipercaya masyarakat sebagai Anggota DPRD Kabupaten Lahat selama dua periode, yakni 2009–2014 dan 2014–2018. Dari sana, langkahnya semakin mantap hingga akhirnya terpilih sebagai Bupati Lahat untuk periode 2018–2023.

Di bidang kepartaian, ia dikenal sebagai kader loyal Partai Demokrat. Karier politiknya dimulai dari tingkat lokal hingga akhirnya dipercaya menjabat sebagai Ketua DPD Partai Demokrat Sumatera Selatan periode 2021–2026.

Puncak perjalanan kariernya datang saat ia dilantik sebagai Wakil Gubernur Sumatera Selatan untuk periode 2025–2030. Posisi tersebut menandai babak baru pengabdian seorang putra daerah yang memulai segalanya dari nol.

Kisah hidup H. Cik Ujang menjadi cerminan bahwa kerja keras, keberanian mengambil risiko, dan komitmen untuk kembali membangun daerah dapat membawa seseorang melampaui batas-batas yang tampak. Dari desa kecil di Lahat hingga panggung pemerintahan provinsi, perjalanannya menjadi inspirasi bagi generasi muda Sumatera Selatan.

Exit mobile version