Berita Daerah

Dari Desa Palemraya hingga Meraih Gelar Doktor UII, Kisah Perjuangan Dosen STAI Yogyakarta yang Pernah Menjadi Driver Taksi Online

8

Yogyakarta, Beritamusi.com – Perjalanan meraih gelar doktor tidak selalu ditempuh melalui jalan yang mudah. Hal itu tergambar dari kisah Januariansyah Arfaizar, dosen Program Studi Ekonomi Syariah Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Yogyakarta, yang berhasil menyandang gelar Doktor Hukum Islam setelah mempertahankan disertasinya dalam Ujian Terbuka Promosi Doktor di Fakultas Ilmu Agama Islam Universitas Islam Indonesia (UII) yang berlangsung Selasa (21/07/2026).

Di balik keberhasilan akademik tersebut tersimpan perjalanan panjang seorang anak daerah yang berasal dari Desa Palemraya, Kecamatan Indralaya Utara, Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan. Sejak kecil, Januariansyah tumbuh dalam lingkungan yang menjunjung tinggi nilai pendidikan dan keagamaan hingga mengantarkannya menempuh pendidikan di berbagai lembaga Islam terkemuka.

Pendidikan dasarnya diselesaikan di MIN 1 Palembang pada tahun 1998. Selanjutnya ia melanjutkan studi di MTs Al-Ittifaqiah Indralaya dan lulus pada 2001. Pendidikan menengah atas ditempuh di Madrasah Aliyah Raudhatul Ulum Sakatiga dan diselesaikan pada tahun 2004.

Selepas dari Sumatera Selatan, Januariansyah hijrah ke Yogyakarta untuk menempuh pendidikan tinggi. Ia menyelesaikan program Sarjana (S-1) di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta pada tahun 2010. Semangat menuntut ilmu terus berlanjut hingga akhirnya ia menyelesaikan pendidikan Magister (S-2) pada tahun 2019 dan Doktor (S-3) di Fakultas Ilmu Agama Islam Universitas Islam Indonesia (UII) pada tahun 2026.

Perjalanan akademiknya tidak selalu berjalan mulus. Di tengah kesibukan menyelesaikan studi doktoralnya, Januariansyah tetap menjalankan tugas sebagai dosen di STAI Yogyakarta. Bahkan, untuk membantu memenuhi kebutuhan hidup dan biaya pendidikan, ia juga aktif bekerja sebagai driver taksi online. Baginya, tidak ada pekerjaan yang rendah selama dilakukan secara halal, jujur, dan penuh tanggung jawab.

“Perjuangan meraih pendidikan tinggi membutuhkan kesabaran, kerja keras, dan doa. Semua proses yang dijalani menjadi bagian dari pembelajaran hidup,” ungkapnya.

Dalam sidang terbuka yang digelar di Ruang 3.1 Lantai 3 Gedung KH. Ahmad Wahid Hasyim UII, Januariansyah mempertahankan disertasi berjudul “Konstruksi Hukum Ekonomi Syariah di Indonesia: Studi Kritis terhadap Metodologi Pemikiran Ahmad Azhar Basyir.” Sidang dipimpin oleh Rektor UII, Prof. Dr. Ir. Hari Purnomo, M.T., IPU., dengan Promotor Prof. Dr. H. Kamsi, M.A., Guru Besar UIN Sunan Kalijaga serta Ko-Promotor Prof. Dr. Drs. Yusdani, M.Ag., Guru Besar FIAI UII, bersama tim penguji dari UII Dr. Anton Priyo Nugroho, S.E., M.M., dan Dr. Nur Kholis, S.Ag., S.E.I., M.Sh.Ec., serta Dr. Abdul Mughits, S.Ag., M.Ag. dari UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

Penelitian tersebut mengkaji secara mendalam metodologi pemikiran Ahmad Azhar Basyir dalam pengembangan hukum ekonomi syariah di Indonesia. Hasil penelitian berhasil melahirkan sebuah konsep baru yang diberi nama Model Integratif–Normatif, yaitu model pengembangan hukum ekonomi syariah yang mengintegrasikan Al-Qur’an, Sunnah, ushul fikih, maqāṣid al-syarī’ah, serta analisis terhadap realitas sosial-ekonomi kontemporer. Model ini menjadi kebaruan (novelty) utama dalam disertasi tersebut dan diharapkan mampu menjadi referensi bagi pengembangan hukum ekonomi syariah di Indonesia.

Keberhasilan meraih gelar doktor menjadi bukti bahwa keterbatasan bukanlah penghalang untuk terus belajar dan berkarya. Di tengah aktivitas mengajar, meneliti, serta bekerja sebagai driver taksi online, Januariansyah mampu menyelesaikan pendidikan tertinggi dengan menghasilkan karya ilmiah yang memberikan kontribusi bagi pengembangan hukum ekonomi syariah nasional.

Kisah ini menjadi inspirasi bahwa kesuksesan tidak ditentukan oleh latar belakang maupun profesi yang dijalani, melainkan oleh ketekunan, kejujuran, dan semangat untuk terus belajar sepanjang hayat.

Exit mobile version