Berita Daerah

Cik Ujang : Kartini Merupakan Tokoh Sentral yang Luar Biasa

147
IMG-20190528-WA0013

Lahat | Bupati Lahat Cik Ujang.SH menghadiri Acara Peringatan Hari Kartini Ke-140 di Kabupaten Lahat dengan Tema ” Dengan Semangat Kartini Memperkuat Daya Cipta dan Kreativitas Perempuan Milenial “, di Gedung Kesenian Lahat Rabu (24/4/2019)

Hadir pada peringatan Hari Kartini Ke-140 Tahun 2019, Forkompimda Kab.Lahat, Ketua DPRD Kab.Lahat Samarudin.SH,Dandim 0405 Lahat, Waka Polres, Ketua Pengadilan Negeri, Ketua Pengadilan Agama, Sekda Lahat, Dansub Denpom, Ketua TP PKK Lidya Wati Cik Ujang,Wakil Ketua TP PKK Sumiati Haryanto, Ketua Bhayangkari, Ketua Persit Chandra Kartika, Pimpinan Bank Sum- Sel Babel, Ketua Persatuan Istri Anggota Dewan, Jajaran OPD, para Camat, Lurah dan seluruh tamu undangan.

Dalam Sambutannya, Cik Ujang.SH mengatakan, Kartini adalah perempuan yang merupakan tokoh sentral yang luar biasa besar dalam membentuk karakter Bangsa. Kemampuan ini memerlukan pondasi yang kuat serta percaya diri yang tinggi.

Dengan kemampuan ini pulalah yang mendasari Raden Ajeng Kartini dalam memperjuangkan hak perempuan, sehingga mampu memberikan tatanan kehidupan masyarakat yang terkait dengan posisi kaum perempuan.

“Atas Perjuangan Raden Ajeng Kartini kita bisa melihat perempuan – perempuan indonesia yang hebat, tidak hanya berprofesi sebagai ibu rumah tangga dalam memberi warna kehidupan masyarakat dengan berbagai kegiatan – kegiatan Pembangunan dan Sosial,”jelasnya.

Menurutnya, Perempuan dapat menjadi kaum yang berbudaya maju, harmonis dan juga memiliki rasa empati dengan menjunjung tinggi nilai – nilai keadilan dan kesetaraan gender di dalam mengisi pembangunan, serta menjadi teladan bagi kaum perempuan di lingkungan masing – masing.

Sementara itu, Ketua TP PKK Kab.Lahat Lidya Wati  Cik Ujang menjelaskan sejarah singkat RA Kartini yang Lahir di Jepara 21 April 1879 yang merupakan seorang bangsawan yang masih sangat taat kepada adat istiadat.

“Setelah lulus dari sekolah dasar Ia tidak diperbolehkan melanjutkan sekolah ke tingkat yang lebih tinggi oleh orang tuanya, Ia dipingit sambil menunggu waktu untuk dinikahkan,”jelasnya.(Sfr)

Exit mobile version