oleh

Cetak Generasi Penghafal Al-Quran, Erzaldi Rosman Beri Beasiswa ke Kalimantan

PANGKALPINANG – Gubernur Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Erzaldi Rosman memberi perhatian besar kepada masyarakat Babel yang mampu menghafal Al-Quran (hafiz). Bentuk perhatian itu salah satunya dengan memberikan beasiswa pendidikan kepada mereka.

“Hal ini merupakan program dan komitmen kami untuk mencetak generasi penghafal Al-Quran di Babel yang unggul dan berdaya saing,” ujar gubernur saat penyerahan santunan kepada hafiz dan hafizah di Ruang Kerja Gubernur Babel, Senin (25/10/2021).

Pria yang akrab disapa Bang ER itu berharap kepada 10 orang penerima beasiswa tersebut agar terus meningkatkan kualitas dan kuantitas hafalannya sehingga mampu menjadi pecinta Al-Qur’an dan memiliki akhlakul karimah.

Nantinya, beasiswa pendidikan hasil kerjasama antara Pemprov. Babel dan Baznas Babel tersebut ditujukan kepada para santri untuk mempelajari dan menghafal Al-Quran selama dua tahun di Pondok Pesantren Milenial Ashqaf dan Mariam College Pontianak, Kalimantan Barat untuk menjadi hafiz dan hafizah.

Gubernur juga menjelaskan, bahwa setelah lulusnya para hafiz dan hafizah tersebut, mereka akan dijadikan tenaga pengajar pada jenjang SMA dan SMK yang akan mendidik para siswa/siswi untuk lebih mengenal dan mencintai Al-Quran.

“Karena kedepan, kami akan program setoran hafal Al-Quran bagi siswa SMA/SMK di Babel yang bertujuan agar semakin banyak hafiz dan hafizah di Babel,” ujarnya.

Sebagai langkah awal, gubernur dalam kesempatan tersebut menyerahkan bantuan fi sabilillah sebesar Rp 1.800.000 untuk 3 bulan kepada 10 orang penerima beasiswa tersebut. Salah satunya, Adi Slamet yang merupakan alumni IAIN Syaikh Abdurrahman Siddik Babel.

“Kami calon santri mengucapkan ribuan terima kasih kepada Bapak Gubernur dan Baznas Babel yang sudah membantu kami dalam program mencetak hafiz penghafal Al-Quran di Babel,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, awal mulanya mendapat informasi ini dari Pasukan Amal Soleh (PASKAS) Babel tentang adanya program beasiswa untuk menjadi hafiz dan hafizah. Maka ia bersama istrinya mendaftar bersama untuk menjadi penghafal Al-Quran, dan alhamdulillah mereka berdua berhasil. Namun takdir berkata lain, pada bulan Agustus lalu, sang istri meninggal dunia.

“Maka, saya harus lanjutkan cita-cita kami menjadi hafiz, rencananya setelah lulus, kami akan diperbantukan untuk mengajar tahfiz di SMA/SMK Babel,” tutupnya. (Budi)

Komentar

Berita Lainnya