Berita Daerah

Bocah Terseret Arus Lematang Ditemukan Terapung di Bawah Jembatan Kereta Api

175
IMG-20181027-WA0017

LAHAT I Setelah melakukan pencarian sejak Jumat (26/10) Dimas warga Desa Tanjung Telang, Kecamatan Merapi Barat, Lahat, akhirnya ditemukan pada Sabtu(27/10/2018).

Bocah 9 tahun tersebut ditemukan dalam keadaan tak bernyawa lagi.  Buah hati pasangan suami istri Marli dan Anita, tewas akibat hanyut dialiran sungai Lematang,  Lahat.

Jasad bocah malang ini ditemukan pihak kepolisian dibantu TNI, BPBD juga warga sudah terapung tak bernyawa lagi di bawah jembatan cincin Kereta Api tepatnya di Desa Lebak Budi, Kecamatan merapi Barat.

Kapolres Lahat AKBP Robby Karya Adi SIK melalui Kapolsek Merapi Barat AKP Herli Setyawan SH. MH membenarkan perihal ditemukannya jasad bocah dimaksud. “Ya sudah kita temukan, berkat pencarian bersama pihak kita dan warga. Jasad Dimas ditemukan di aliran sungai lematang Desa Lebak Budi, saat ditemukan jasad Dimas terapung dibawah jembatan rel kereta api,”terangnya.

Jasad Dimas sendiri sudah dibawah ke rumah duka dan sudah diterima pihak keluarga korban. “Almarhum sendiri sudah kita antarkan ke rumah duka,”tandas Herli

Sebelumnya,  kesedihan mendalam dialami Maruli dan Anita warga Desa Tanjung Telang, Kecamatan Merapi Barat, Lahat. Betapa tidak, anak kesayangan Pasutri ini,  yakni Dimas (9) hingga berita ini dibuat belum kunjung ditemukan sejak menghilang, Jumat (26/10). Dugaan sementara, pelajar kelas 3 SD hanyut terbawa arus sungai lematang di aliran Desa setempat.

Menurut Anita,  anaknya tersebut Jumat, sekira pukul 13.00 WIB, pamit dengannya ingin mandi ke sungai Lematang. Namun, hingga sore anaknya tersebut tak kunjung pulang kerumah. Ia pun,  ujarnya mencemaskan keberadaan Dimas, hingga memberitahu warga desa. Kekhawatiran semakin memuncak ketika ada warga yang bilang melihat pakaian Dimas yang berada ditepi sungai.

“Aku dengar ada pengumuman di masjid kalau Dimas hilang, kukasih tahu sempat lihat bajunya di pinggir Lematang,” ungkap Alha (12) warga setempat yang mengaku tak melihat korban lagi saat dirinya mandi di Sungai Lematang sore itu.

Sementara Rizki (10) teman sekelas Dimas mengaku siang harinya sempat bertemu Dimas. Namun dirinya berbeda rombongan saat mandi di Sungai Lematang. “Kami balek dan kawannya yang barengan mandi nak balek galo. Tapi dia (korban, red) dak mau balek dan sendirian di pinggir Lematang,” ungkap Rizki.

Rizki mengaku bahwa Dimas orang yang baik dan suka menolong. Mereka tertekejut tiba- tiba Dimas menghilang dan diduga hanyut di Sungai Lematang. “Memang dalem kak. Dimas juga dak bisa berenang,” tambah Rizki. (Sfr)

Exit mobile version