Berita Daerah

BKSDA Resort 2 Lahat Pasang Perangkap Kandang dan Kamera Trap di Pulau Panas

186
IMG-20191120-WA0070

Pagaralam | Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Resort 2 Kabupaten Lahat melakukan pemasangan Perangkap Kandang dan Kamera Trap dibeberapa titik tempat terjadinya penyerangan seorang warga Desa Pulau Panas Kecamatan Pumi Kabupaten Lahat. Rabu (20/11).

Penampakan hewan buas yang diduga harimau ini masuk ke kawasan perkebunan warga hingga dekat pemukiman warga telah lama dilaporkan masyarakat seperti kemunculannya di areal perkebunan warga di kecamatan Lawang Agung Kabupaten Lahat dan Empat Lawang hingga terbaru muncul di kawasan objek wisata kebun teh gunung Dempo yang berujung pada penyerangan pengunjung yang tengah berkemah hingga terbaru serangan hewan buas ini menyebabkan Kuswanto (48) warga dusun Pulu Panas Kecamatan Tanjung Sakti PUMI meregang nyawa lantaran diterkam dan digigit dibagian leher hingga tewas saat sedang beraktifitas dikebunnya dan pada malam harinya hewan ternak warga ikut dimangsa oleh harimau tersebut.

Berdasarkan hal tersebut BKSDA bersama Tim melakukan Pemasangan Perangkap kandang di dua titik yaitu lokasi Korban dan ditempat hewan ternak warga yang sempat di mangsa oleh Harimau Sumatera serta Tim BKSD juga memasang Kamera Trap di lima titik yang terindikasi dilalui Harimau tersebut.

Kepala Seksi 2 Resort Lahat Puspito menjelaskan bahwa pihanya bersama TNI dan Polri serta tim dari Zoological Society of London (ZSL) bersama sama melakukan Konservasi ke lokasi adanya harimau menyerang warga Desa Pulau Panas Kecamatan Pumi Kabupaten Lahat.

“Kita bersama tim memantau serta memetakan dimana saja jalur perlintasan Harimau Sumatera ini, yang nantinya kita harapkan Hewan Buas Yang hampir Punah ini dapat diselamatkan,” Ujar Pria yang Kerap disapa Bang Tito.

Tito mengatakan kita dari tim BKSDA menerjunkan 11 anggota Polhut adapun perlengkapan yang dibawa perangkap kandang, tembakan bius serta dibantu dari ZSL untuk Kamera Trap di Lima titik lokasi.

“Untuk Harimau Sumatera yang berada di desa pulau panas bukanlah harimau dari tugu rimau pagaralam setelah kita lihat rentan waktu dan jarak berdasarkan info kita dapat serta yang pasti timbulnya hewan buas tersebut diakibatkan oleh habitatnya atau teritorial wilayah mereka terganggu,” Jelas Tito. (Digo)

Exit mobile version