Tingkatkan Kesadaran Pemuda akan Pentingnya Perkembangan Perekonomian Indonesia

user
rian 03 Agustus 2022, 20:15 WIB
untitled

PALEMBANG - Pandemi Covid-19 mempengaruhi hampir semua sektor yang ada, salah satunya adalah ekonomi. Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa pada bulan Februari 2022 jumlah pengangguran di Indonesia berada di angka 8,40 juta penduduk dan lebih dari 10 persen pekerja adalah setengah menganggur.

Tentunya ini merupakan suatu permasalahan yang harus sama-sama kita upayakan penanggulangannya. AIESEC in UNSRI memulai langkah baru dengan mengadakan proyek sosial dengan nama Grownesia: Sriwijaya Youthpreneur 2.0. Proyek sosial ini dilakukan secara virtual dengan kesadaran pentingnya peran pemuda dalam menanggapi masalah perekonomian Indonesia.

Sriwijaya Youthpreneur 2.0 telah berlangsung pada tanggal 4 Juli - 29 Juli 2022. Sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan Nomor 8, yakni Kelayakan Pekerjaan dan Pertumbuhan Ekonomi, proyek ini bertujuan untuk meningkatkan dan mengembangkan pemuda Indonesia dalam menghadapi isu perekonomian di Indonesia.

Selama proyek berlangsung, para peserta mengikuti 6 Training dalam Sesi Youth Grow Space bersama ahli dibidangnya. National Networking Space yang berkolaborasi dengan AIESEC in IPB, AIESEC in Surabaya, dan AIESEC in Semarang serta International Networking Space bersama dengan AIESEC in Sri Langka dan AIESEC in Chennai dimana project participant saling bertukar pikiran dan memperluas relasi.

Lalu, partisipan juga mengadakan dua hari kegiatan Workshop mengajar siswa-siswi SMA yaitu SMAN 2 Palembang, SMAN 18 Palembang, dan SMAN 1 Lubuk Linggau dengan tema “Youth Contribution to Support Economic Growth”

Tidak hanya itu saja, kegiatan ini juga berkolaborasi dengan 1000 startup digital dengan diadakannya Workshop mengenai “Bisnis Model Canvas (BMC) dan Pitch Deck”.

Bisnis model canvas adalah kerangka awal dalam membangun bisnis dan Pick Deck adalah susunan mengenai apa saja poin yang perlu dijelaskan saat melakukan presentasi bisnis. Dari sini project participant nantinya akan menyalurkan ide mereka dan melakukan presentasi kepada pihak 1000 startup digital.

Sebelum ke tahap terakhir, proyek partisipan turut berpartisipasi dalam Campaign Challenge untuk menyebarkan awareness dengan tema “Hustle Culture and Burnout Generations” melalui sosial media. Dalam hal ini, peserta mendapatkan edukasi mulai dari perekonomian Indonesia, self- development, dan persiapan kerja oleh para ahli. Kegigihan dan antusiasme membuat kami para panitia sangat senang karena dapat berbagi ilmu dan pengalaman serta memberikan dampak positif kepada pemuda terutama terkait goals dari SDG no.8 (Decent Work and Economic Growth). (Arik)

Credits

Bagikan