Berita Daerah

Belum Ditemukan Suspect Penyakit Difetri di Lahat

172
IMG-20171212-WA0021

Lahat I Kendatipun, di Kabupaten Lahat, belum ditemukan suspect (penderita, red) penyakit Difetri, tapi, jajaran Dinas Kesehatan (Dinkes) harus mewaspadainya, dimana, dibeberapa provinsi, kabupaten/kota, terutama sekali pada anak-anak sudah merebak dan dapat menyebabkan kematian.

Kepala Dinkes Lahat, dr H Rasyidi Amri MT MKM melalui Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan Penyakit Menular, H Ubaidillah SKM MKes menuturkan, pihaknya dalam mengantisipasi penularan penyakit difetri ini, haruslah diberikan imunisasi dasar lengkap (IDL).

“Imunisasi ini diberikan setiap tahunnya, saat bulan imunisasi anak sekolah (BIAS), yakni pada anak kelas 1 SD Tetanus Difetri (TD) dan kelas 2 vaksi Difetri Tetanus (DT), pada November dan Campak tiap Agustus,” bebernya, ditemui, di ruang kerjanya, Selasa (12/12).

Ia menambahkan, penyakit ini tidak hanya menyerang anak-anak saja, melainkan dewasa pun bisa menular dari Bakteri Difteri.

“Tanda-tandanya, demam tinggi, bercak putih pada tenggorokoan, sesak nafas, pembengkakan kelenjar limfe, dan pendarahan di tenggorokan.Kalau terlambat maka bisa menyebabkan kematian,” urai H Ubaidilah.

H Ubadilillah menyebutkan, kalau sudah mendapatkan gejala seperti disebutkan diatas, maka langsung dibawa ke RSUD, guna mendapatkan perawatan intensif, dimana, penularannya bisa dari media udara, air liur dan sebagainya.

“2-7 hari masa inkubasi dari difteri. Dihimbau jangan tidak diimunisasi mulai dari 2 bulan sampai 9 bulan ke posyandu, mendapatkan imunisasi lengkap. Imunisasi dasar lengkap (IDL),” paparnya.

LIDL apa saja?”Hepatitis B 0 bulan – 7 hari, polio 1, melalui oral (mulut), DPT (difteri pertusis tetanus), BCG (anti TBC), campak, rubella (mirip campak tapi virus pembawa berbeda). Tahun 2018, vaksin MR,” pungkas H Ubaidillah.(sfr)

Exit mobile version