
H Aswari, SE disela peninjauan dilokasi kejadian kemarin (20/6) mengatakan, sangat prihatin atas apa yang dialami oleh korban (Gi dan istrinya Sis serta anaknya Rz-red), apalagi aksi yang dilakukan terbilang sadis dan didasari oleh hal yang sepele. Untuk itu, Pemkab Lahat berharap agar para pelaku bias segera dihukum sesuai dengan perbuatan yang dilakukan.
“Kita sangat prihatin, dibulan puasa ada kejadian kejam seperti ini, dan mudah-mudahan kedepan hal ini tidak terjadi lagi mengingat setiap perbuatan yang dilakukan akan dipertanggung jawabkan dimeja dan diakhirat,”ujarnya.
Ditambahkannya, karenanya Pemkab Lahat mengimbau kepada seluruh masyarakat agar tidak berbuat menuruti emosi dan dapat menyelsaikan setiap permasalahan yang ada dengan menempuh jalur hokum. Selain itu, Pemkab Lahat juga apresiasi atas kinerja pihak kepolisian Polda Sumsel dan Polresta Lahat yang dengan cepat mengungkap serta menangkap para pelaku dalam hutungan jam.
“Intinya jangan main hakim sendiri dan selesaikan setiap permasalahan dengan menempuh jalur hokum, karena yakinlah bahwa Polisi akan professional dalam menindaklanjuti setiap perkara yang dilaporkan,”imbuhnya.
Kapolresta Lahat AKBP Rantau eka mengungkapkan, setelah mendengar kabar adanya kematian korban satu keluarga Polresta Lahat dibantu tim Lapbor Polda Sumsel melakukan olah TKP dan hasilnya tidak lebih dari 24 jam para pelaku berhasil ditangkap ditempat persembunyiannya diLampung, bahkan salah satu pelaku terbaknya diberikan tindakan tegas karena berusaha melawan petugas saat hendak ditangkap.
“Sebelumnya kita sudah lakukan olah TKP, dugaannya memang benar rumah korban adalah lokasi pembantaian, berikut beberapa BB sajam dan benda tumpul lainnya. Termasuk mengarah ke siapa dugaan pelakunya, salah satunya tetangga korban itu, ini harus didalami lebih jauh,”pungkasnya.