Lahat

Anak Perusahaan PTBA, PT Huadian Bukit Asam Power (HBAP) Raih Juara 3 Apresiasi EBTKE 2026 dari Kementerian ESDM

7

Lahat-PT Bukit Asam (Persero) Tbk atau PTBA menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas pencapaian PT Huadian Bukit Asam Power (HBAP), yang berhasil meraih Juara 3 Apresiasi Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) 2026 untuk Kategori Off-Grid (Sub-Kategori Power) dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Republik Indonesia.

Penghargaan bergengsi tersebut diterima langsung oleh Bapak Zheng GuoXiong selaku Operation & Technical Director yang mewakili manajemen HBAP pada penyerahan penghargaan tersebut. Prestasi ini diraih berkat inovasi HBAP dalam mengoperasikan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Landfill berkapasitas 44,88 kWp yang berfungsi secara hybrid off-grid di area pengelolaan limbah Fly Ash and Bottom Ash (FABA) Ash Yard PLTU Sumsel 8. Langkah inovatif pemanfaatan energi bersih ini mendukung operasional yang mandiri, efisien, dan ramah lingkungan di kawasan terpencil.

Corporate Secretary Division Head PT Bukit Asam (Persero) Tbk atau PTBA, Eko Prayitno, menyatakan bahwa penghargaan ini menguatkan posisi PTBA Group dalam mendorong praktik pertambangan dan ketenagalistrikan yang berkelanjutan.

“Penghargaan dari Kementerian ESDM ini merupakan wujud pengakuan atas komitmen PTBA Group dalam mengintegrasikan energi bersih ke dalam rantai operasional kami. Inovasi pemanfaatan PLTS hybrid off-grid di HBAP memperlihatkan bagaimana entitas anak perusahaan mampu bertransformasi dan memberikan nilai tambah nyata bagi penurunan emisi karbon serta efisiensi operasional,” ujar Eko Prayitno.

Sejak beroperasi secara hybrid off-grid, PLTS Landfill HBAP bersama dengan PLTS HBAP #1 berkapasitas 162,25 kWp telah memberikan dampak positif yang terukur bagi lingkungan dan operasional amtara lain Berhasil menekan emisi CO₂ sebesar 82,86 ton, atau setara dengan daya serap karbon lebih dari 3.300 pohon. Pada aspek keberlanjutan lingkungan, program ini dapat mencegah timbulan pencemaran udara serta mendukung efisiensi biaya energi hingga puluhan juta rupiah setiap tahunnya.

Sementara itu, Direktur Utama PT Huadian Bukit Asam Power (HBAP) menegaskan bahwa pencapaian ini menjadi motivasi bagi perseroan untuk terus mengembangkan portofolio energi hijau.

“Kami sangat bangga dan bersyukur atas apresiasi yang diberikan oleh Ditjen EBTKE Kementerian ESDM. Pengoperasian PLTS Landfill secara hybrid off-grid ini hanyalah awal dari langkah besar HBAP dalam mendukung keberlanjutan energi. Ke depan, kami berkomitmen untuk mengekspansi kapasitas pemanfaatan energi surya hingga 2–3 MWp di area operasional kami, sekaligus memperluas program pemanfaatan FABA secara sirkular demi memberikan dampak positif berkelanjutan bagi masyarakat dan lingkungan sekitar,” ungkap Chen Xingyu, Direktur Utama HBAP.

Manajemen PTBA menilai penghargaan ini menjadi bukti nyata komitmen grup perusahaan dalam mengakselerasi transisi energi di Indonesia. Penggunaan energi terbarukan di lingkungan operasional HBAP tidak hanya meningkatkan efisiensi dan reliabilitas pasokan listrik secara mandiri, namun juga selaras dengan peta jalan PTBA menuju keberlanjutan dan pencapaian target emisi nol bersih (Net Zero Emission).sfr

Exit mobile version