oleh

6.280 Vaksin Corona Tiba di Babel

PANGKALPINANG – Sebanyak 6.280 vaksin corona tahap I telah tiba di Pangkalpinang pada hari ini, Selasa (5/1/2021) sekira pukul 11.00 WIB. Selanjutnya vaksin tersebut disimpan di ruang pendingin (cold room) kantor Dinas Kesehatan Pemprov Babel dengan pengawalan ketat dari pihak kepolisian dan TNI.

Kepala Dinas Kesehatan Pemprov Babel, Mulyono Susanto mengatakan, pihaknya masih menunggu petunjuk lebih lanjut dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) terkait jadwal penggunaan vaksin tersebut.

“Kita belum mendistribusikan vaksin nya ke kabupaten/kota, kami masih menunggu arahan, tetapi perkiraan, penggunaan vaksin itu di provinsi diawali gubernur dan Forkompimda, nanti tanggal 14 atau 15 Januari,” kata Mulyono kepada wartawan di kantor Dinas Kesehatan Babel.

Mulyono menyebutkan, Babel akan mendapatkan 22.234 vaksin yang dikirim dalam tiga tahap. Namun untuk tahap kedua, diungkapkan dia, sejauh ini pihaknya belum mendapatkan informasi dari Kemenkes mengenai jadwal pengirimannya.

“Tahap selanjutnya belum ada informasi, tapi untuk vaksin tahap II akan masuk di Bulan Januari, namun tanggal pastinya belum tahu” ungkapnya.

Lebih lanjut, dia menjelaskan, penggunaan vaksin corona tahap I ini diprioritaskan untuk tenaga kesehatan (nakes) yang sudah terdaftar di Dinas Kesehatan Babel. “Kalau secara total ada 12 ribu nakes yang terdaftar di kita, jadi untuk tahap I ini mungkin untuk sekitar 3 ribuan nakes,” terangnya.

Sementara, Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Babel, Hermanto menambahkan, pihaknya masih menunggu secara keseluruhan dari hasil uji klinis vaksin yang sudah memasuki tahap ketiga dari BPOM pusat. “Nanti dari BPOM pusat akan langsung menyampaikan press rilis secara khusus tentang izin penggunaannya,” kata Hermanto.

“Jadi BPOM itu akan memberikan izin penggunaan vaksin dalam keadaan darurat dengan memprioritaskan keamanan, manfaat, dan mutu dari produk, agar masyarakat waktu menggunakannya memang dalam kondisi produknya itu aman, bermanfaat, dan sesuai standar mutu dari WHO,” tandasnya. (EDI)

Komentar

Berita Lainnya