oleh

250 Napi Narkoba Muara Beliti Ikuti Rehabilitasi Sosial

MUSI RAWAS – Sebanyak 250 orang warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Kelas II Muara Beliti mengikuti rehabilitasi sosial, Kamis (9/7/2020) siang. Dalam pelaksanaan rehabilitasi sosial tahap kedua ini, warga binaan diberikan pembinaan jasmani dan rohani.

Hadir langsung dalam pembukaan kegiatan rehabilitasi sosial, Bupati Musi Rawas, H Hendra Gunawan bersama sejumlah pihak kepolisian dari Polres Musi Rawas dan Lubuk Linggau.

Bupati Musi Rawas, H Hendra Gunawan mengungkapkan, kegiatan rehabilitasi sosial ini sangat positif sehingga menurutnya ke depan kegiatan seperti ini harus rutin dilakukan. Pasalnya, hal ini sebagai bentuk upaya pengawasan dan pembinan terhadap para penyalahguna, pengedar maupun bandar narkoba yang tengah menjalani hukuman.

“Menghadapi Narkoba kita semua mesti ‘perang’, karena dengan bahaya latin narkoba sangatlah merusak tidak hanya generasi muda, tetapi para orangtua. Ya, disini tentunya mesti menjadi tanggungjawab kita bersama-sama. Terlebih bagi warga binaan, merupakan sumber daya manusia (SDM) agar tetap bisa berkreatifitas, berinovasi sehingga jika mereka nantinya keluar bisa memiliki daya saing untuk mengharumkan bangsa dan negara,” ungkapnya.

Tidak hanya itu, dia pun memberikan apresiasi kepada para petugas lapas yang telah menggelar kegiatan rehabilitasi sosial ini. “Saya berharap seluruh warga binaan dapat mengikuti kegiatan ini dengan sebaik-baiknya, agar nantinya bisa sehat sempurna saat bergabung kembali bersama keluarganya,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Lapas Muara Beliti, Rudik Erminanto menjelaskan, kegiatan Rehabilitasi Sosial ini memang sebagai upaya pembinaan terhadap warga binaan. Adapun pelaksaan kegiatan sendiri diikuti sebanyak 250 orang.

“Selain rehabilitasi, bisa kita lihat warga binaan di lapas Narkotika Muara beliti telah aktif, dengan menggelar berbagai kegiatan pembinaan. Mulai dari pembinaan, pelatihan kerajinan tangan, musik, menari. Dan rehabilitasi yang kita lakukan, kita arahan pembekalan mengarah jasmani dan rohani kemudian bermanfaat ke depannya bagi para narapida setelah keluar dari lapas,” katanya. (Nurdin)

Komentar

Berita Lainnya