oleh

Chiellini Bela Ramos Saat Jatuhkan Mohamed Salah

TURIN I Pendukung Liverpool tentu tak akan melupakan perlakukan kapten Real Madrid, Sergio Ramos, terhadap Mohamed Salah pada final Liga Champions 2018. Ulah Ramos dengan menjatuhkan Salah hingga cedera yang membuat pemain asal Mesir tersebut hanya tampil 31 menit merupakan momen menyebalkan bagi The Reds dan fan.

Sebab, pada musim tersebut performa Salah sedang menanjak baik di domestik maupun Liga Champions. Ia adalah trio maut di lini depan Liverpool bersama Sadio Mane dan Roberto Firmino. Keluarnya Salah pun dijadikan alasan Liverpool gagal meraih gelar Liga Champions waktu itu.

Bek Juventus, Giorgio Chiellini, punya pandangan berbeda dengan kebanyak orang yang menilai perbuatan kotor Ramos kepada Salah. Chiellini justru kagum tentang cara Ramos bermain dalam pertandingan penting.

“Dia adalah bek terbaik di dunia,” kata Chiellini dalam autobiografinya, dilansir dari Marca, Ahad (17/5).

Chiellini berbeda dengan orang-orang yang menilai Ramos adalah pemain tidak taktis dan tak berpikir tentang dampak yang akan diterima baik kepada diri sendiri maupun tim. Mereka banyak dari kebobolan yang diterima Madrid berasal dari kesalahannya.

Bagi Chiellini, Ramos adalah pemain yang taktis dan dalam kesempatan tertentu bisa menjadi seorang striker. Kelebihan tersebut, diakui Chiellini tak dimiliki oleh dirinya. Ramos memiliki dua karakter tersebut hampir tak dimiliki oleh pemain lain.

“Dia tahu bagaimana menjadi penentu dalam pertandingan besar, dengan intervensi yang melampaui logika apa pun, yang bahkan menyebabkan cedera dengan kecerdasan hampir jahat,” tuturnya seraya mencontohkan aksinya kepada Salah.

Ramos waktu itu membantah sengaja menjatuhkan Salah. Ia dengan konsisten menampik tudingan banyak orang tentang aksinya yang dinilai kotor.

Chiellini menambahkan, Ramos adalah sosok kapten yang kehadirannya sangat penting di lapangan. Ia merupakan roh bagi Madrid dan tampak Los Blancos tampak berantakan ketika Ramos tak bermain. Chiellini menegaskan, pengaruh Ramos sangat besar kepada tim.

“Tanpa Ramos, beberapa juara seperti [Raphael] Varane, [Dani] Carvajal dan Marcelo tampak seperti anak sekolah. Mereka tiba-tiba mengalami kemunduran. Mereka tiba-tiba mundur. Real Madrid menjadi tanpa pertahanan tim,” ujarnya.

Menurut Chiellini jika Ramos bermain saat melawan Ajax Amsterdam pada leg kedua babak 16 besar Liga Champions Maret 2019 lalu di Santiago Bernabeu, Madrid tak akan kalah lebih dari tiga gol di kandang sendiri. “Saya berani bertaruh uang untuk itu,” Chiellini menegaskan. (*)

Sumber: republika.co.id

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *