oleh

Komisi III DPRD Beltim Minta Dukungan Rencana Pembangunan UBB Fakultas Pariwisata ke DPRD Babel

PANGKALPINANG | Komisi III DPRD Kabupaten Belitung Timur (Beltim) meminta dukungan kepada DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) terkait rencana pembangunan Universitas Bangka Belitung (UBB) Fakultas Pariwisata tepatnya di lokasi di Desa Tanjung Kelumpang, Kabupaten Beltim.

“Kami menindaklanjuti dengan adanya wacana sejak 2019 kemarin memang kami pemerintah daerah (pemda) sudah pernah melakukan rapat untuk melakukan percepatan rencana pembangunan untuk Fakultas Pariwisata UBB dan beberapa waktu lalu Pak Gubernur juga sudah melakukan peninjauan ke lokasi,” kata Anggota Komisi III DPRD Beltim, Koko Haryanto di ruang kerja Sekretaris Dewan (Sekwan) DPRD Babel, Selasa (25/2).

Dia mengungkapkan, Pemkab Beltim telah menyiapkan lahan seluas total 40 hektare, kemudian, lanjut dia, lahan tersebut rencananya akan dibagi menjadi 30 hektare untuk gedung UBB dan 10 hektare untuk asrama mahasiswa dan pemukiman.

“Lahan itu dari sisi tata pemerintahannya sudah clear and clean, karena lahan itu dulu bekas IUP salah satu perusahaan dan sekarang tidak diperpanjang lagi, 2019 kemarin sudah habis, jadi status lahan itu hibah dari pemerintah desa nanti akan menyerahkan ke pemda, kemudian pemda akan membuat suatu sertifikat untuk pembangunan lahan tersebut,” ulasnya.

Menurut dia, keberadaan UBB di Beltim ini sangat penting untuk mengakomodir masyarakat khususnya para pelajar dari Pulau Belitung untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi, mengingat jarak antara Pulau Belitung dengan Pulau Bangka yang cukup jauh. “Kecuali dia (pelajar-red) memang harus masuk ke fakultas tertentu sesuai dengan pilihannya,” jelasnya.

“Seandainya pembangunan Fakultas Pariwisata UBB betul-betul terealisasi, tidak menutup kemungkinan masyarakat luar, orang Bangka ataupun orang dari luar Pulau Bangka bisa datang ke Pulau Belitung. Nah ini kalau orang banyak datang, orang banyak bersekolah, artinya kan kedatangan orang ini akan membawa dampak bagi ekonomi di Belitung dan Beltim, ada perputaran uang disana,” tambahnya.

Oleh karena itu, diutarakan dia, DPRD Beltim merasa berkepentingan untuk memperjuangkan rencana pembangunan Fakultas Pariwisata UBB ini agar dapat terealisasi pada 2021 mendatang dan tidak hanya sekedar wacana saja.

“Agar ini jangan hanya sekedar wacana, karena dulu juga kami pernah mendengar wacana pembangunan Fakultas Perikanan di Pulau Belitung, tapi sampai hari ini juga belum ada realisasi, barang kali terbentur oleh berbagai macam aturan,” ujarnya.

“Sehingga kita harapkan, dengan adanya UBB ini, industri pariwisata disana bisa masuk, sehingga kita tidak melulu kedepan bicara soal tambang lagi, tapi paling tidak ini harus mulai digeser, nanti tinggal kita mulai kesiapan SDM kita untuk menatap wisata yang berkelanjutan, Nah kalau tidak dimulai dari sekarang, kita nggak tahu kapan lagi,” timpalnya.

Oleh karenanya, dia mengajak, DPRD Babel, pihak UBB, Pemda, Kementerian Dirjen Dikti dan juga Kementerian Pariwisata untuk duduk satu meja membahas lebih jauh rencana pembangunan UBB Fakultas Pariwisata ini. “Kami berharap DPRD Provinsi ini dapat memfasilitasi, kita bertemu, apa hal-hal yang mesti kita siapkan sehingga ketika nanti rencananya, saya dengar itu tahun 2021, itu semuanya sudah siap,” harapnya.

Sementara, Sekwan DPRD Babel, Syaifuddin mengatakan, dirinya akan menyampaikan keinginan tersebut kepada pimpinan DPRD Babel.

“Sebelumnya kami mengucapkan terima kasih atas kunjungan Komisi III DPRD Beltim, tentunya DPRD Babel menyambut baik rencana pembangunan Fakultas Pariwisata UBB ini, jadi kita akan melaporkan ke pimpinan DPRD Babel karena ini putusan dari pimpinan,” tandasnya. (Don)

loading...

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *