oleh

Pemilih Jokowi Belum Bulat Tentukan Pilihan di 2024

JAKARTA I Direktur Eksekutif lembaga survei Median, Rico Marbun mengatakan pemilih pasangan Presiden dan Wakil Presiden Joko Widodo-Ma’ruf Amin masih belum bulat menentukan kandidat dalam pemilihan presiden (pilpres) 2024.

“Pemilih Pak Jokowi seperti relatif belum bulat ke mana mereka akan melabuhkan suaranya (pada pilpres 2024). Karena di antara mereka sendiri banyak tokoh-tokoh yang kuat,” ujar Rico di Jakarta, Senin (24/2).

Dalam hasil survei yang dirilis Median pada Senin, menunjukkan suara pemilih pasangan Jokowi-Ma’ruf untuk pilpres 2024 tersebar kepada sejumlah tokoh. Sebanyak 11,1 persen mengalihkan pilihan mereka ke Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.

Kemudian 10,1 persen memberikan dukungan ke Wakil Ketua Umum DPP Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono. Sementara 8,5 persen memberikan dukungan ke Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa.

Berikutnya, sebanyak 8,5 persen pemilih Jokowi-Ma’ruf mengalihkan pilihan ke Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, 7,5 persen ke Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Sandiaga Uno, 7,3 persen Menteri Pertahanan Prabowo Subianto, dan 7 persen ke Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil.

Menurut Rico, sebaran suara pemilih pasangan Jokowi-Ma’ruf yang relatif merata kepada sejumlah tokoh itu menunjukkan masih ada kegamangan di antara mereka dalam menentukan pilihan terhadap sosok yang akan diusung pada pilpres mendatang.

“Pemilih Pak Jokowi masih menebak-nebak kira-kira siapa yang bisa melanjutkan estafet kepemimpinan Pak Jokowi, masih banyak, ada Ridwan Kamil, Ganjar, Khofifah,” ujar Rico.

Dalam kesempatan tersebut, Median juga merilis hasil survei sebaran suara pemilih pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno di pilpres mendatang. Hasilnya 33,7 persen dari mereka masih memilih sosok Prabowo. Sementara 23,9 persen pemilih memberikan dukungan ke Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Adapun sebanyak 10 persen memilih Sandiaga.

Rico mengamati terpilihnya tiga nama tersebut tidak lepas dari masih kuatnya konsolidasi para pendukung mereka. Terutama sejak pemilihan presiden 2019 lalu.

“Yang relatif terkonsolidasi itu pemilihnya Prabowo-Sandi. Pemilih Prabowo-Sandi merasa ada yang belum selesai, mungkin karena 2019 dikalahkan Jokowi. Mereka relatif mengonsolidasikan suaranya ke tiga tokoh itu,” ucap Rico.

Survei Median dilakukan terhadap seluruh warga negara yang telah memiliki hak pilih dengan sampel 1.200 responden, margin of error sebesar +/- 2,8 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen. Sampel dipilih secara random dengan teknik multistage random sampling dan proporsional atas populasi provinsi dan Gender. Survei dilakukan pada pekan pertama dan kedua Februari 2020. (*)

Sumber: republika.co.id

loading...

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *