oleh

Gelar Rapat Koordinasi, TPID Pemkot Ikuti Ajang TPID Award

PALEMBANG | Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Palembang, Ratu Dewa membuka kegiatan Rapat Koordinasi Program Unggulan Pengendalian Inflasi Daerah Kota Palembang 2019-2021, Senin (17/2/2020).

Rapat ini dalam rangka rencana dari Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Palembang yang akan mengikuti ajang TPID Award.

Dalam arahannya Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Palembang, Ratu Dewa menyampaikan  yang menjadi penilaian dari Kementrian Dalam Negeri yakni mencakup aspek proses, aspek keluaran dan aspek hasil. 

“Ajang TPID Award ini menjadi ajang pertama yang akan kita ikuti. Karena itu butuh strategi khusus dengan menetapkan program unggulan yang akan dibawa ke tingkat pusat. Terutama menjaga agar inflasi di Kota Palembang tetap dalam keadaan stabil,” ungkapnya usai rapat. 

Menurutnya ada dua kriteria yang diperlombakan dalam ajang TPID Award yakni TPID Berkinerja Terbaik di wilayah Sumatera dan TPID Berprestasi di wilayah Sumatera. 

Yang mana dalam ajang TPID Award ini meliputi empat komponen yang harus dilakukan oleh TPID Daerah untuk memperoleh capaian nilai seperti keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi dan komunikasi efektif. 

“Jadi harus ada program unggulan yang akan dibawa ketingkat pusat,” tuturnya. 

Dewa menjelaskan, untuk itu diperlukan adanya komitmen, mengatur strategi, dan pengisian formulir yang menjadi acuan dengan melakukan rapat yang dipimpin kepala daerah untuk menentukan rumusan TPID ini.

“Setelah itu melakukan satu kegiatan seperti workshop, sosialisasi dan studi banding. Yang paling penting penyusunan peraturan pelaksanaan yang berkaitan dengan inflasi. Dan akhirnya ada laporan TPID dengan ada beberapa program yang akan mendukung program TPID Award yang fokus kepada inflasi contohnya pada sektor infrastruktur, dimana 80 persen infrastruktur jalan sudah di bangun di 2019 untuk melancarkan barang yang akan masuk ataupun keluar,” katanya. 

Selain itu ada beberapa program dari Pemkot Palembang seperti Sembako murah 50 ribu pada kegiatan gotong royong dapat menjadi salah satu program unggulan dari TPID Kota Palembang yang berbeda dari daerah lainnya. 

“Yang nantinya dari kesemua program unggulan itu akan ada dampak khas yang diperoleh dari program dan kegiatan itu yang   nantinya akan ada evaluasi tindak lanjut apa yang akan dilaksanakan,” tukasnya. 

Sementara itu, Demina R Sitepu, Kepala Divisi Advisory dan Pengembangan Ekonomi Bank Indonesia mengatakan, kriteria untuk TPID Award yakni capaian inflasinya yang terendah dan terjaga dalam keadaan yang stabil rendah. 

“Walaupun inflasi Kota Palembang tidak berada di level terbawah namun capaian inflasi Kota Palembang sudah cukup baik dengan berada di angka 2,06 pada 2019 atau turin dari 3 koma di tahun 2018 lalu. Ini jadi modal awal untuk pemkot Palembang,” ujarnya. 

Menurutnya, TPID Daerah harus mampu melihat program unggulan untuk masyarakat ditahun lalu yang berkaitan langsung dengan inflasi. 

“Intinya,  roadmapnya TPID mengenai keterjangkauan harga, ketersedian pasokan, kelancaran distribusi dan komunikasi efektif. Contohnya menimbun barang itu tidak bijak, tiba tiba masker hilang di pasaran termasuk menjaga ketersediaan pasokan yang harus dikomunikasikan. Sedangkan dari sisi distribusi misal banjir, longsor maka kita siapkan alat berat yang nantinya menjadi pembangunan jalan penghubung antar daerah sehingga distribusinya efisien,” singkatnya.(Alam)

loading...

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *