oleh

Puluhan Massa Ormas Islam Gelar Aksi Damai 142 Ke DPRD Babel

PANGKALPINANG | Puluhan massa yang tergabung dalam Ormas Front Pembela Islam (FPI), GNPF Ulama, Alumni 212, Front Jaga Bangka (FJB) dan ormas lainnya menggelar aksi damai 142 di halaman Gedung DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Jumat (14/2/2020).

Aksi tersebut sebagai bentuk keprihatinan atas ketidakseriusan aparat penegak hukum dalam menangani berbagai kasus mega korupsi sehingga menyebabkan kerugian negara hingga puluhan triliunan rupiah dan berdampak pada kesengsaraan rakyat.

Salah satu dugaan skandal kasus mega korupsi yang menjadi sorotan dan perhatian publik yakni, kasus Jiwasraya yang menyebabkan kerugian negara hingga mencapai puluhan triliun rupiah.

“Korupsi di negara kita ini semakin merajalela, kami bukan anti pemerintah, tapi kami anti kemungkaran karena korupsi itu perbuatan munkar, kami peduli karena ini tanah air kita, itu perintah Tuhan, ajaran agama, kita ini bangsa yang beragama,” kata Imam Besar FPI Babel, Habib Sholeh Assegaf saat menyampaikan orasinya.

Sementara, Ustadz Sofyan menambahkan, semakin merajalelanya kasus korupsi di Indonesia karena lemahnya penegakkan hukum yang tebang pilih dan tidak adanya efek jera bagi para pelaku korupsi.

“Hukum di Indonesia ini unik, para koruptor ditangkap dan diekspos oleh media tapi masih bisa tersenyum, KPK sudah ada tapi korupsi masih merajalela, para koruptor ini tidak ada efek jera,” tegas Sofyan.

“Bayangkan kalau seandainya benar dugaan korupsi Jiwasraya nilai sekian puluh triliun rupiah, maka yang diambil adalah uang rakyat, uang para pensiunan, jadi yang dirugikan adalah rakyat,” timpalnya.

Oleh karena itu, ia berharap, DPRD Babel sebagai wakil rakyat dapat bersama-sama berjuang untuk ikut mengawal kasus-kasus korupsi agar para pelaku korupsi mendapatkan hukuman yang berat sehingga dapat menimbulkan efek jera kepada para pelakunya.

Menanggapi aksi tersebut, Anggota DPRD Babel, Dody Kusdian mengatakan, pihaknya akan menampung dan menyampaikan aspirasi masyarakat kepada pihak-pihak yang berwenang.

“Kami hadir disini, dalam rangka bagaimana menyambung aspirasi ataupun keinginan bapak-bapak dan ibu-ibu, jangan takut, bahwa kami akan tetap bersama rakyat yang memilih kami,” ujar Dody. (don)

loading...

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *