oleh

Kejati Babel Akui Soal Pemeriksaan Pegawai PT Timah

PANGKALPINANG | Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Ranu Mihardja SH MH betul-betul zero toleransi terhadap apapun bentuk penyimpangan yang mengakibatkan timbulnya kerugian keuangan negara.

Buktinya, belum genap dua bulan menjabat sebagai Kajati Babel, Ranu Mihardja mulai tancap gas mengusut kasus beraroma korupsi.

Bahkan tak tanggung-tanggung kali perdana yang diusut yakni dugaan adanya penyimpangan dalam pembelian biji timah oleh oknum pegawai PT Timah.

‘’Beberapa pegawai PT Timah oleh penyidik sudah dimintai keterangan dan proses penyelidikan ini untuk mencari peristiwa hukum apakah dalam proses itu ada peristiwa hukumnya atau tidak,” kata Ranu Mihardja saat door stop di kantornya, Kamis

(13/2/2020).

Dikatakannya, untuk kasus ini ada dugaan ketidaksesuaian dengan ketentuan yang tentunya mengarah kepada penyimpangan apakah nantinya penyimpangan itu administrasi, perdata atau pidana.

“Masih panjang, diproses penyelidikan ini mencari peristiwa hukum dan jika ditemukan peristiwa hukumnya pidananya kepenyidikan,” ucapnya.

Disinggung jika nantinya ditemukan adanya penyimpangan dalam kasus ini yang mengarah kepada pidana, Ranu Mihardja menegaskan siapapun orangnya yang terlibat dalam kasus ini maka harus diproses.

“Siapapun kalau ada peristiwa hukum dan ada yang diminta pertanggung jawaban maka harus diproses,” tegas Kajati Babel.

Untuk diketahui, pemeriksaan terhadap beberapa pegawai PT Timah Tbk oleh penyidik Pidsus Kejati Babel berkaitan dengan adanya dugaan tindak pidana korupsi (Tipikor) dalam pembelian biji timah yang mengandung Terak di unit gudang Baturusa dan unit gudang Tanjung Gunung pada PT Timah Tbk yang tidak sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP) tahun 2018 sampai dengan tahun 2019.(don)

loading...

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *