oleh

Warga 4 Desa Trans HTI di Musi Rawas Terisolir

MUSIRAWAS | Bencana alam banjir akibat meluapnya aliran sungai, tampaknya tak kunjung usai melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Musi Rawas (Mura). Seperti halnya, Sabtu (8/2) sekitar pukul 17.00 WIB Seluruh warga yang bermukim di 4 Desa kawasan Trans HTI kembali harus terisolir lantaran beberapa titik akses jalan disana terendam banjir akibat meluapnya aliran sungai keruh.

Bencana banjir sendiri, sudah berulang kali terjadi ketika wilayah tersebut diguyur hujan lebat. Bahkan, untuk banjir kali ini semakin meluas merendam akses jalan sampai 70 Meter bersama dengan kedalaman air mencapai 2 Meter.

Robin (26) warga Desa Pian Raya menuturkan, banjir merendam akses jalan untuk kesekian kalinya terjadi. Dimana, diawal pertengahan Januari 2020 lalu banjir yang disebabkan meluapnya aliran sungai keruh merendam pemukiman warga berada dekat aliran sungai, bahkan akses jalan lintas yang menghubungkan Ibu kota Kecamatan BTS menuju ke sejumlah Desa Kawasan Trans HTI terendam banjir.

“Untuk kondisi terakhir, banjir kali ini walaupun kedalamanya 1.5 Meter. Tetapi, untuk akses jalan yang terendam mulai dari ruas jalan jembatan keruh sudah tertutup derasnya air. Dimana, jarak akses jalan sendiri meluas sampai 70 Meter. Sedangkan sebelumnya, hanya berjarak 20 Meter,”terangnya ketika dibincangi.

Lebih jauh, Robin menyebutkan dampak adanya banjir sendiri sangatlah mengganggu aktivitas warga, terutama bagi warga Desa Pian Raya maupun  tiga desa lainya yang mana akses jalan utama menghubungkan tiga Desa Pauh, Desa Palawe, kemudian Desa Sembatu Jaya.

“Kita warga tidak hentinya mengalami kesusahan untuk beraktifitas. Untuk kita pulang, maupun bepergian kalaulah banjir menggunakan mobil harus ditarik kendaraan truk, itupun kalau truk lewat,”keluhnya.

Tidak hanya itu, dampak lainya pasca banjir surut akses jalan terbentang panjang akan masih sulit dilalui warga, karena ruas jalan belum juga dibangun. 

“Disamping terendam, kita warga masih harus kesulitan melintas karena akses jalan sendiri dalam kondisi belum diaspal. Jadi kalau, air surut warga pun menggunakan sepeda motor harus melewati jalan yang berlumpur,”bebernya. (NURDIN)

loading...

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *