oleh

Gubernur Erzaldi Resmikan Rumah Produksi Berkah Lada

Pangkalpinang | Gubernur Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Erzaldi Rosman Djohan meresmikan rumah produksi berkah lada milik PT Berkah Lada Petani di kelurahan Tua Tunu kota Pangkalpinang. Rumah Produksi berkah lada ini ditargetkan mampu mengembalikan kejayaan lada di Babel.

Gubernur Babel menyebutkan rumah produksi lada ini akan ditingkatkan agar nilai jual lada Babel bisa lebih tinggi dibandingkan saat ini.

“Untuk meningkatkan nilai jual lada Babel, harus ada inovasi pengelolaan lada melalui rumah produksi lada,” ungkap Erzaldi Rosman Djohan saat meresmikan Rumah Produksi Berkah Lada. Jumat,(31/1).

Tidak tanggung tanggung, Gubernur Babel akan memfasilitasi 10 rumah produksi lada agar mampu memberi nilai tambah bagi pelaku usaha dan petani lada Babel.

“Kami akan memfasilitasi 10 rumah produksi lada dengan jumlah produksi 4 ton perbulan jika dikalikan 10 maka ada 40 ton per bulan lada yang diproduksi oleh rumah produksi lada,” jelasnya.

Selanjutnya, ia berharap ke depan nilai jual lada Babel akan lebih tinggi dibandingkan saat ini, dan yang tidak kalah pentingnya,  jangan sampai harga lada Babel hanya dimanfaatkan untuk segelintir orang saja untuk  mendapatkan keuntungan besar.

“Kami yakin dengan adanya produksi lada melalui inovasi dan kreativitas membuat kemasan menarik maka nilai jual pun lebih tinggi,” tegasnya.

Sementara itu Direktur utama PT. Berkah Lada Petani Zaidan Lesmana menjelaskan jika saat ini rumah produksi lada mampu menampung sekitar 4 ton per bulan untuk dikelola dan dikemas dalam bentuk bubuk dan butiran.

“Kami yakin produksi kami akan meningkatkan nilai jual lada babel agar memiliki nilai jual lebih tinggi,” katanya.

Zaidan juga menyebutkan saat ini untuk 1 kg lada jika dikemas dalam botol ukuran 50 gram dan untuk bubuk 4 gram per bungkus, ini bisa dijual dengan harga tinggi dibandingkan harga saat ini.

“Untuk 1 kg lada jika dikemas dalam botol 50 gram maka akan mendapatkan 20 botol dengan harga Rp 50.000 per botol, sedangkan untuk bubuk lada 4 gram per bungkus maka akan jadi 250 bungkus dengan harga jual Rp. 1000 per bungkus,” jelasnya.

Ia berharap kedepan produksi ladanya  bisa tembus pasar nasional maupun internasional agar mendapatkan harga yang baik serta berkualitas dan bersertifikat Halal

“Jika dikemas dalam botol dan bubuk maka untuk kwalitas super bisa dijual 1kg Rp. 1 juta sedangkan kwalitas nomor dua yang kami jadikan bubuk untuk 1kg bisa tembus Rp. 250 ribu,” ungkapnya.

Ia juga berharap kedepan dengan berkerjasama dengan Badan usaha milik daerah (BUMD) Babel ini memberikan kontribusi positif bagi peningkatan ekonomi masyarakat petani lada baik nilai jual lebih tinggi dan mengembalikan kejayaan lada babel.

“Melalui BUMD Babel kami akan terus meningkatkan produksi lada babel agar memiliki nilai jual lebih tinggi dan kehidupan petani lada lebih sejahtera,” tandasnya. (Doni/adv)

loading...

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *