oleh

Gelaran Musee Indie Fest 2020, Kembangkan Industri Film di Palembang

PALEMBANG | Industri film memiliki dampak positif terhadap peningkatan kunjungan wisatawan suatu daerah. Untuk itu, Dinas Pariwisata Kota Palembang kembali menggelar Musee Indie Fest 2020.

Berkolaborasi dengan Dewan Kesenian Palembang (DKP), Lembaga Komisi Film Pariwisata Palembang (PIT.FB), Komite Ekonomi Kreatif Kota Palembang (KEKRAF) dan beberapa komunitas film maker Indonesia, tahun ini akan menggelar event tahunan yang bertema Living in Harmony yang akan digarap lebih serius oleh Dinas Pariwisata.

Kepala Dinas Parwisata, KM Isnaini Madani menyampaikan, Industri film di kota Palembang saat ini berkembang cukup pesat terutama dalam upaya mengangkat seni budaya dan pariwisata agar dapat membantu meningkatkan kunjungan wisatawan ke Palembang.

Khusus film pendek, seakan tidak mau kalah eksistensinya dengan film berdurasi panjang, film pendek saat ini semakin banyak diproduksi dan dinikmati para pecinta film di masyarakat lndonesia khususnya di kalangan mahasiswa dan pelajar.

Hal inilah yang dimanfaatkan Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang, untuk mendorong pengembangan industri film berbasis pariwisata yang akan memberikan efek positif terhadap pariwisata di Palembang.

“Melihat peluang ini, kita terus mendorong penyelenggaraan festival ini. Jika tahun kemarin kita terkendala anggaran, tahun ini kita buat dengan melibatkan banyak pihak, agar penyelenggaraannya lebih maksimal,” ulasnya.

Musee Indie Festival 2020, ujar Isnaini merupakan pintu gerbang bagi film makers Indonesia khususnya Sumatra Selatan dan kota palembang, untuk terus menciptakan karyakarya yang berkualitas.

Karena, keberadaan kompetisi-kompetisi film pendek di lndonesia merupakan hal yang positif. Tidak hanya sekedar membuat sebuah karya, tapi dapat bermanfaat bagi orang-orang di sekitarnya.

“Mungkin orang akan lebih mengapresiasi ketika ada penghargaan, selain hal ini memberikan manfaat bagi masyarakat umum dan mahasiswa serta pelajar khususnya serta mengungkap sebuah peristiwa yang mungkin orang lain tidak tahu,” ulasnya.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Pariwisata Sodikin mengaku, penyelenggaraan Musee Indie Fest 2020 ini, akan berjalan sukses. Mengingat hadiah yang disediakan cukup besar.

“Tahun ini kita membuka peluang bagi sineas diluar Kota Palembang bahkan diluar Indoenesia,” ungkapnya.

Sodikin menerangkan, tahun 2020 ini pihaknya menargetkan minimal 100 film masuk dan bersaing untuk menjadi yang terbaik pada Musee Indie Fest 2020 dan event yang diadakan untuk seluruh sineas di Indonesia.

“Tahun 2018 lalu, film yang masuk sekitar 50, di tahun 2019 menurun 32 karena waktu yang mepet. Tapi tahun ini minimal masuk 100 film,” ulasnya.

Untuk tahun ini, total hadiah yang disediakan Rp65 juta. Dimana, untuk Film Drama terbaik mendapatkan hadiah Rp20 juta, Film Dokumenter terbaik Rp20 juta, Film Animasi Terbaik Rp15 juta, Sutradara Film Drama Terbaik Rp2 juta.

Kemudian untuk Penulis Naskah Film Drama terbaik Rp2 juta, Penata Gambar Film Drama terbaik Rp 2 juta, Editor Film Drama terbaik Rp2 juta dan Artistik Film Drama terbaik : Rp2 juta.

“Tahun ini kita mendapat dukungan berbagai pihak, sehingga event ini nantinya akan terus melahirkan cineas-cineas terbaik,” tandasnya.(Alam)

loading...

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *