oleh

Masuk Zona Merah, BPBD Pagaralam Siagakan Petugas 24 Jam

Pagaralam | Diantara Kabupaten/Kota di Provinsi Sumsel Kota Pagaralam menjadi salah satu yang masuk kawasan Zona Merah rawan bencana alam. Status ini membuat Pemerintah Kota (Pemkot) melalui pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) harus melakukan langka antisipasi.

Berdasarkan peta mitigasi yang dilakukan oleh pihak BPBD Pagaralam, ada dua Kecamatan yang rawan bencana baik itu tanah longsor, banjir bandang sampai angin puting beliung.

Di Dua kecamatan tersebut yaitu Kecamatan Dempo Tengah dan Dempo Selatan. Untuk Dempo Selatan merupakan kawasan rawan bencana longsor terutama dikawasan jalur penghubung Pagaralam-Lahat. Sedangkan untuk  Kecamatan Dempo Tengah merupakan kawasan rawan bencana banjir bandang dan angin puting beliung.

Kepala BPBD Kota Pagaralam, Patriot A Mundra menjelaskan, berdasarkan hasil rapat dengan pihak BNPB Sumsel menjadi kawasan Zona Merah bencana alam. Kota Pagaralam menjadi salah satu daerah rawan bencana.

“Kita Pagaralam masuk Zona Merah rawan bencana untuk itu setiap kepala Daerah melalui BPBD diminta siaga bencana,” Jelasnya.

Dengan adanya status tersebut pihak BPBD sudah melakukan sosialisasi kepada masyarakat. Bahkan pihaknya sudah melakukan mitigasi kawasan rawan bencana.

“Mitigasi dan sosialisasi sudah kita lakukan. Bahkan kita sudah menyiagakan petugas 24 jam dengan jadwal piket,” katanya.

Untuk kawasan Dempo Selatan, pihak BPBD bekerjasama dengan pihak Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Pagaralam untuk menyiagakan alat berat. Hal ini agar saat terjadi longsor dijalur utama penghubung Pagaralam-Lahat bisa langsung diatasi.

“Kita bersama dinas PU sudah menyiagakan alat berat dikawasan rawan longsor. Pasalnya jalur utama Pagaralam-Lahat sangat rawan longsor yaitu Liku Endikat dan Liku Lematang,” ungkapnya.(Digo)

loading...

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *