oleh

Sedih Lihat Bencana, Lidyawati Cik Ujang Ajak Jaga Lingkungan

Lahat | Mendapat laporan adanya bencana yang terjadi di beberapa kecamatan di Kabupaten Lahat, Kamis (9/1) Ketua TPP PKK Lahat, Lidyawati Cik Ujang, bersama Pemkab Lahat, langsung bergerak.

Mengawali kunjunganya, Lidyawati, bersama rombongan mengawalinya ke desa Lubuk Sepang, Kecamatan Pulau Pinang, Kabupaten Lahat. Di desa ini, ada 100 rumah warga terendam banjir, Lima unit mengalami kerusakan yang cukup parah akibat gempuran luapan sungai lematang.

Prihatin dan kesedihan begitu terlihat di wajah istri Bupati Lahat ini. Bahkan, tampak ia berusaha tegar saat menyapa dan menenangkan warga yang dijumpainya.

“Sabar ya. Ini musibah dan kesedihan bagi kita semua. Terus berdoa semoga bencana seperti ini tidak kembali terjadi,”tutur Lidyawati, untuk menghibur warga.

Kepada warga, Lidyawati meminta agar waspada dan lebih baik bagi warga yang tingga tak jauh dari aliran sungai untuk mengungsi ke rumah sanak saudara mengingat aliran sungai lematang masih besar. Belum lagi prediksi hujan masih akan terus turun.

“Pak kades dirikinla posko. Nanti PKK dan Pemkab juga akan bantu, “Ujar Lidyawati kepada Kades Lubuk Sepang, Verly, serayah menyerahkan bantuan untuk alat memasak dan sembako.

Lidyawati, melanjutkan tinjauan ke Desa Tanjung Sirih, yang juga kecamatan Pulau Pinang. Disini, Lidyawati tak sungkan menerobos lumpur dan air sisa banjir.

Ia berkeliling melihat rumah dan tembok sungai yang roboh akibat banjir bandang. Di desa ini, puluhan hektar sawah dikabarkan terendam. Kembali, Lidyawati memberi penguatan kepada warga yang dijumpainya. Ia juga menyerahkan bantuan kepada warga setempat.

Lidyawati, menolak saat warga mengajaknya duduk terlebih dahulu. Ia memilih untuk kembali melanjutkan perjalanan meninjau warga lain yang terkena musibah. Terlebih saat ini Sang Suami, sedang ada Dinas Luar sehingga belum bisa menyapa dan melihat warga yang terkena musibah.

“Ibu ibu maaf ya. Saya melanjutkan perjalanan ke Gumay di sana ada warga kita yang juga kena banjir, “sapa Lidyawati, dengan rama.

Iapun bertolaj ke Desa Mandi Angin, Kecamatan Gumay Talang, Lahat. Kembali wajah sedihnya tampak terlihat saat berbincang bersama Koni dan Ika, sepasang pengantin baru yang rumahnya hanyut oleh banjir.

Lidyawati tampak mendengarkan saat Koni, menceritakan detik detik rumahnya disapu banjir. “Besak nian ujian. Pengantin baru. Baru buka usaha namun dapat musibah. Tetap sabar ya dek, “tutur Lidyawati Kembali sembari memberikan bantuan kepada warga setempat.

Setalah itu, Lidyawati langsung menuju lokasi banjir di Desa Gunung Kembang, Kecamatan Kikim Timur Lahat. Disini setidakny ada puluhan rumah banjir dan dikabarkan 10 unir rumah hanyut dan roboh. “Ya kita jiga akan sampaikan ke Pemkab Lahat agar bantuan dan penanghulangan bencana bisa sehera dilakukan, “sampainya, usai meninjau korban banjir di Kelurahan Pasar Bawah dan Kota Jaya, Kecamatan Lahat.

Sementara, Kamis (9/1) selain banjir bencana longsor juga terjadi. Untuk banjir hingga berita ini dimuat rumah warga terendam bisa 500 unit dari kecamatan Kota Lahat, Pulau Pinang, Gumay Talang, Kikim Timur, Merapi Timur dan Pseksu. Untuk longsor terpantau terjadi di jalan lintas kecamatan Pagar Gunung, Pulau Pinang dan Gumay Ulu. (ADV)

loading...

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *