oleh

Kiprah Soleimani Tamat, So Pasti Rupiah Tak Selamat!

JAKARTA I Serangan AS terhadap Iran mampu menumbangkan Komandan Pasukan Quds, Mayor Jenderal Qasem Soleimani. Kematian tokoh yang diklaim AS sebagai teroris nomor satu di dunia itu lantas mengundang amarah Iran dan berpotensi berujung pada perang Timur Tengah.

Alhasil, ketegangan tersebut tidak hanya berdampak pada hubungan antara AS dan Iran, tetapi juga bagi aktivitas perekonomian global. Misalnya saja, perdagangan spot pada awal pekan ini, Senin (6/01/2020) ikut terkena imbasnya.

Bak bermain hati-hati, pelaku pasar lebih memilih untuk berlindung di bawah naungan dolar AS sehingga mata aset-aset berisiko dari negara berkembang lainnya pun tak lepas dari tekanan jual, termasuk rupiah.

Kala pembukaan pasar, rupiah stagnan di level Rp13.930 per dolar AS. Namun, tak berapa lama kemudian rupiah langsung terjerembab ke zona merah.

Hingga pukul 10.12 Wib, rupiah terkontraksi -0,24% ke level Rp13.964 per dolar AS. Langkah rupiah semakin berat karena turut tertekan di hadapan mata uang dunia lainnya, seperti dolar Australia (-0,13%), euro (-0,31%), dan poundsterling (-0,36%).

Tak cukup sampai disana, rupiah juga meregang nyawa untuk di tingkat Asia. Mata uang Garuda itu kini menjadi mata uang terlemah ketiga di Asia setelah unggul tipis atas won (0,08%) dan ringgit (0,03%).

Adapun dihadapan mata uang benua kuning lainnya, rupiah tak berdaya, yakni terhadap yen (-0,29%) yuan (-0,25%), dolar Hong Kong (-0,22%), dolar Singapura (-0,15%), dan baht (-0,11%). (*)

Sumber: wartaekonomi.co.id

loading...

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *