oleh

Terbengkalai, DPRD Basel Tinjau Pustu Desa Keposang

Toboali | Puskesmas Pembantu (Pustu) yang berada di Jl Air Bulang Parit 5 Desa Keposang, Kecamatan Toboali ditinjau langsung oleh Komisi I DPRD Basel lantaran dikabarkan tidak berfungsi selama dua tahun.

Berdasarkan hasil tinjauan terhadap Pustu yang dibangun pada tahun 2017 lalu, Ketua Komisi I DPRD Basel membenarkan bahwa fasilitas kesehatan milik pemda tersebut sudah tidak berfungsi.

“Pustu Desa Keposang ini sudah dikelilingi semak dan rumput ilalang. Selain itu, aliran listrik sudah diputuskan. Saya rasa bukan berdasarkan kebutuhan melainkan hanya keinginan,” ujarnya, Senin (18/11).

Sehingga kata politisi PAN ini pustu tidak dibangun berdasarkan manfaat dan hanya membuang uang negara. Dia menilai pustu tersebut dibangun tanpa perencanaan yang matang.

“Seharusnya sebelum membangun harus dipertimbangkan jarak dengan Puskesmas Toboali, dan ini jaraknya masih dekat. SDM serta harus prioritas apakah benar benar dibutuhkan,” tambah dia. 

Diaa berharap agar Pemkab Basel melalui Dinas Kesehatan segera mengaktifkan dan bangunan yang sudah retak harus segera diperbaiki. Lakukan pemetaan pegawai dan segera dibersihkan karena dipenuhi rumput dan kayu. 

Sementara itu Wabup Riza Herdavid akan memanggil Kadinkes untuk mengklarifikasi terkait pustu yang tidak beroperasi sejak dua tahun terakhir. Apa persoalannya sehingga bisa terkesan mubazir. 

“Seharusnya hal seperti ini tidak terjadi apalagi pustu merupakan fasilitas kesehatan pertama untuk melayani masyarakat pedesaan. Sebelum ke fasilitas tingkat lanjut Masalah ini tidak boleh dibiarkan berlarut,” katanya. 

Dengan terjadinya permasalahan ini atas nama pribadi dan pemda dia meminta maaf kepada masyarakat. Khususnya Desa Keposang dan sekitarnya karena terkendala dalam mendapatkan pelayanan kesehatan.

“Kami mohon maaf kepada masyarakat dan saya akan segera mengatasi permasalahan ini. Kami meminta kadinkes untuk menginventarisir jumlah keseluruhan pustu dan mengawasi apa sudah berjalan optimal melayani masyarakat,” ujarnya. (devi)

loading...

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *