oleh

Ternyata Ini Penyebab Jembatan Emas Tidak Beroperasi

PANGKALPINANG | Wakil Ketua DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung,  Amri Cahyadi bersama Komisi III  meninjau kondisi Jembatan Emas yang telah lama tidak beroperasi, Senin (11/11/2019). Peninjauan tersebut sebagai tindak lanjut dari aspirasi masyarakat yang mengeluhkan jembatan tersebut tak kunjung bisa dilalui.

“Kedatangan kami menanggapi keluhan masyarakat bahawasanya mereka telah melihat sudah terlalu lama Jembatan Emas tidak dioperasikan sehingga banyak asumsi yang berkembang seperti alat yang rusak, maintenance nya kurang atau kita tidak menganggarkan untuk pembiayaan operasional,” kata Amri.

Menurut Politisi PPP ini, Jembatan Emas merupakan aset dan ikon Babel yang pembangunannya menghabiskan dana dari APBD sebesar Rp400 Miliar dan tentunya hal tersebut sangat disayangkan jika jembatan tersebut tidak dapat digunakan oleh masyarakat.

Pada saat melakukan peninjauan, ia mengaku sempat kesal, pasalnya saat  hendak melihat kondisi jembatan tersebut, ternyata jembatan yang awalnya tertutup, ternyata bisa dilalui, padahal sebelumnya jembatan itu selalu terbuka dan tak bisa dilalui.

“Awalnya sempat kesel saya, saat hendak melihat kondisi di seberang Air Anyir dengan melewati arah Ketapang lalu ke arah Air Anyir lewat Selindung, ternyata jembatan yang awalnya tertutup bisa dilalui, hanya karena kami mau datang, jembatan bisa dioperasikan, itu kan aneh, saya lihat jembatan nya “berdoa” terus tapi kok bisa,” ungkapnya.

“Tenyata mereka menyampaikan kepada kita sebetulnya alat mereka tidak ada masalah hidrolik, tidak ada masalah teknis operasional, hanya ada Persoalan birokrasi,” sambungnya.

Lebih jauh dijelaskan dia, persoalan birokrasi tersebut  yakni terkendala belum adanya kesepakatan dengan pihak KSOP terkait jadwal keluar masuknya kapal.

“Buat kesepakatan jadwal buka tutupnya, saya rasa itu tidak menjadi soal, untuk itu kami ingin menyampaikan kepada masyarakat secara teknis atau peralatan tidak ada masalah, kita sudah anggarkan 1,3 miliyar setiap tahunnya, 900 juta untuk listrik,” jelasnya.

“Namun jangan liat angkanya yang besar tapi ini membantu masyarakat untuk mempercepat akses dan ini juga sudah menjadi icon daerah kita kalau icon nya tidak bisa dioperasikan gak enak kita,” timpalnya.

Apalagi saat ini ada 3.000 tamu peserta Pornas XV Korpri se-Indonesia yang datang ke Babel, dan tidak menutup kemungkinan para tamu tersebut ingin melihat dan berswafoto mengabadikan momen di Jembatan Emas. “Mereka mau berswafoto disana tapi jembatannya rusak kan gak cocok,” ujarnya.

Dengan beroperasinya kembali Jembatan Emas ini, dikatakan dia, juga sebagai tanda penghormatan kepada salah satu Pahlawan Babel, yakni Mantan Gubernur, Alm. Eko Maulana Ali yang telah mempelopori pembangunan jembatan tersebut.

“Kita harus bersyukur yang membangun jembatan emas adalah pahlawan kita, Alm. Pak Eko Maulana Ali yang merupakan pahlawan kita karena seberapa besarpun Anggaran kita tanpa visi misi yang jelas tidak akan terbangun proyek monumental ini, karenanya sebagai penerus kita perlu memikirkan bagaimana menindaklanjutinya agar Jembatan emas ini bisa beroperasi, agar Pahlawanan yang lalu tidak kecewa,” pungkasnya. (doni)

loading...

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *