oleh

Guru SD di OKI Diduga Cabuli Sejumlah Siswinya

Ogan Komering Ilir | Oknum guru Sekolah Dasar (SD) di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan (Sumsel), As dilaporkan oleh beberapa orang tua muridnya sendiri ke Polres OKI, Selasa (29/10). Dirinya dilaporkan atas dugaan pencabulan yang telah dilakukannya kepada muridnya beberapa waktu lalu.

Hal ini dibenarkan oleh Kapolres OKI, AKBP Donni Eka Syaputra melalui Kepala SPKT Aipda Saparudin saat dikonfirmasi, Rabu (30/10). Menurutnya, para siswi salah satu SD di Kecamatan Mesuji Makmur ini datang didampingi orangtuanya untuk melaporkan guru tersebut.

“Laporan para siswi yang datang dengan orang tuanya ini kami terima dan tertuang dalam Laporan Polisi Nomor : LP/B/271/X/2019/Sumsel/Res OKI,” kata Saparudin.

Dirinya menjelaskan, dari pengakuan orang tua korban perbuatan oknum guru yang sekaligus sebagai wali kelas ini diketahui dilakukan pada Kamis (17/10) sekira pukul 08.00 WIB lalu di Gudang Sekolah. Hal tersebut bermula ketika korban diperintahkan sang guru untuk mengerjakan tugas dan hafalan pelajaran IPS.

Dalam laporan tersebut, sambungnya, korban satu persatu dipanggil oleh terlapor untuk masuk ke dalam gudang. Karena seorang guru yang memberikan tugas, sehingga membuat sejumlah siswi ini mengikuti apa yang disuruh oleh oknum guru tersebut.

“Ternyata saat dalam gudang satu persatu korban yang telah masuk gudang dilakukan perbuatan yang tidak senonoh oleh oknum guru itu, yakni perbuatan cabul cara memegang korban,” katanya.

Dalam melancarkan aksinya, korban juga sempat mengancam dengan mengatakan jika melapor atau memberi tahu ke orang lain korban tidak akan naik kelas. Tak hanya itu, dari pengakuan korban perbuatan tersangka ini telah dilakukan sejak lebih kurang setahun lalu karena sebagian korban saat ini telah duduk di kelas VI.

Aksi oknum guru ini sendiri diketahui setelah salah seorang siswi yang diduga menjadi korban perbuatan tidak terpuji sang guru, bercerita kepada guru lainnya. “Atas laporan para korban ini segera dilakukan pemanggilan dan  pemeriksaan saksi-saksi, nanti diperiksa langsung oleh unit tindak pidana umum bagian Perlindungan Perempuan Anak (PPA),” pungkasnya.(Romi)

loading...

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *