oleh

Komplotan Pembobol ATM Lintas Provinsi Dibekuk

Komplotan-Pembobol-ATM-Lintas-Provinsi-Dibekuk

KAYUAGUNG I Jajaran unit Pidum Polres OKI dan Polsek Lempuing meringkus komplotan pembobol mesin Anjungan Tunai Mandiri (ATM) lintas provinisi. Tersangkanya Syarifudin (39) warga Desa Negara Bumi Udik, Kecamatan Anak Tuha, Lampung Tengah.

Ditangkap beserta dua rekannya, Sopian (24) dan Juanedi (36) juga warga Lampung Tengah. Penangkapan berawal dari pelaksaan razia dalam rangka cipta kondisi kemanan dan ketertiban masyarakat di kawasan Lubuk Seberuk, Lempuing Jaya, sekitar pukul 21.00 WIB, Minggu (5/6).

Ternyata saat dicek, ternyata polisi curiga dengan wajah tersangka Syarifuddin yang diduga pelaku bobol ATM yang sebelumnya telah terekam CCTV. Oleh aparat, tersangka lalu dibawa ke Mapolres OKI guna  pemeriksaanlebih lanjut.

Setelah dilakukan pemeriksaan, tersangka Syarifudin merupaskan pelaku pembongkaran mesin ATM terutama Bank BRI. Modusnya juga terlihat sederhana layaknya membongkar celengan biasa. Tersangka hanya menggunakan obeng dan menahan lobang tempat keluarnya uang. Lalu uang di dalam ATM tersebut diambil. “Pakai ATM BRI, terus waktu mau ambil uangnya dicancel tapi lobang uang ditahanpakai obeng. Transasi gagal tapi uangnya bisa ditarik dalam ATM karena diganjal,” ungkap Syarifudin saat ditemui di Mapolres OKI, Senin (6/6).

Lanjut dia dalam beraksi mencongkel ATM biasanya beroperasi bersama Md rekannya. Dirinya bersama Md beraksi sejak 25 Mei lalu mendapat uang Rp15 Juta di ATM pagi sore, Teluk Gelam. Lalu, 27 Mei mendapat Rp10 juta, dan 29 Mei mendapat Rp10juta, kedua kejadian itu di ATM Pagi Sore Teluk Gelam.

“Di tempat lain sudah kami coba tapi gagal. Jadi Cuma dipagi sore itulah yang biso,” ungkapnya.

Kemudian pada Kamis (2/6), Dirinya dan Md mengajak tersangka Juanedi dan tersangka Sopian, Menggunakan mobil tersangka Junaedi yang disopiri Sopian. Selanjutnya dari Lampung mereka kembali mendatangi ATM Pagi Sore, Teluk Gelam namun mesinnya rusak. Sehingga  keduanya beraksi di kawasan Inderalaya Ogan Ilir bahkan Prabumulih. “Nah di prabumulih, Md turun nak jualan minyak,” kilahnya.

Naas saat akan kembali pulang ke Lampung dan sempat keluar masuk ATM, mereka bertiga berhasil ditangkap polisi. “Sebelumnya sempat juga masuk di ATM di Alfamat pasar Jahe sama Atm Pagi Sore teluk Gelam, sama di ATM di Lubuk Seberuk, tapi belum dapat. Waktu keluar dari Lubuk Seberuk itulah kami ditangkap,” bebernya.

Sementara tersangka Junaedi dan Sopian mengaku baru pertama kali ikut mencuri membobol mesin ATM bersama tersangka Syarifuddin dan MD. “Belum dibayar kami, baru inilah,” ungkap Sopian diamini Junaedi.

Kapolres OKI AKBP Amazona Pelemonia menegaskan bahwa ketiga tersangka merupakan komplotan spesialis bobol ATM. Saat ini aparat masih melakukan pengejaran terhadap tersangka MD yang diduga otak pelaku. “Masih kita dalami, tidak mungkin mereka baru beraksi dan hanya di satu ATM yang dapat uang. Untuk data terakhir dari Maret hingga Juni ini, mesin ATM Pagi Sore, Teluk Gelam kerugiannya mencapai Rp385juta,” ungkapnya.

Untuk itu, pihaknya masih akan melakukan pendalaman lagi dan penyelidikan terhadap para tersangka. Perwira melati dua ini juga menambahkan agar pihak Bank menambahkan sejumlah pengamanan di mesin ATM. Sehingga aksi kejahatan bisa diminimalisir. “Kalau bisa ATMnya itu mudah terpantau dan lokasinya aman. Serta pengamanan mesinnya juga ada,” ungkap Kapolres. (Romi)

loading...

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *