oleh

Warga Lengkiti Tolak Pembangunan Pabrik Semen

BATURAJA I Sejumlah warga dari tiga desa yang ada di Kecamatan Lengkiti antara Desa Karang Endah, Umpan Dan Bandar Jaya Kabupaten OKU, menolak pembangunan pabrik Semen milik PT Gunung Pantara Barisan (GPB). Hal ini diugkapkan Ketua Barisan Pemuda Lengkiti Bersatu (BPLB) H Muslimin Jakfar kepada sejumlah wartawan.

Menurut Muslimin dengan alasan untuk mengantisipasi terjadinya kekurangan semen dalam negeri di kemudian hari, PT GPB melalui Tianjin Cement Industri Design & research Institute Co LTD asal tiongkok sebagai kontraktor proyek, berencana untuk membangun pabrik semen dengan proses klingker dengan nilai investasi Rp 3,32 Triliyun.

Sedangkan untuk lahan pabrik dan penambangan, lanjut Muslimin, perusahaan membutuhkan sekitar 5 ribu hektar yang tersebar di tiga desa yakni Karang Endah, Umpam dan Bandar Jaya yang merupakan lahan milik perorangan, tanah kas desa dan lahan perhutani yang dikelolah masyarakat.

Namun sayangnya, hingga saat ini, pihak perusahaan terkesan tertutup terhadap rencana pembangunan pabrik semen ini. Padahal, imbas dari pembangunan itu sendiri akan berimbas kepada masyarakat sekitar baik itu imbas posi8

“Selama ini pihak perusahaan tidak pernah melakukan sosialisasi kepada masyarakat terkait rencana pembangunan pabrik semen tersebut. Padahal, jika memang perusahaa tersebut jadi dibangun tentu masyarakatlah yang akan terkena imbasnya. Karena itulah kami menolak rencana pembangunan PT Semen tersebut,” ungkap Muslimin.

Dikatakan Muslimin, ada sekitar 3 ribu Hektar lahan perhutani yang saat ini dikelolah oleh masyarakat Lengkiti yang masuk wilayah lahan pertambangan PT GPB. Jika diasumsikan setiap orang menggarap 0.5 hektar maka ada sekitar 6000 warga yang menggantungkan hidupnya disana.

“Jika sekitar 70 persen saja lahan yang akan digunakan sebagai lahan tambang PT GPB maka ada ribuan petani yang akan kehilangan pekerjaan. Sementara pihak perusahaan hanya menyediakan lahan pekerjaan untuk 2000 orang pada saat konstruksi dan tahap operasi. Nah hal inilah yang perlu kita rembukan bersama sebelum perusahaan tersebut beroperasi,” ungkap Muslimin.

Ditambahkannya, saat sejumlah warga menggelar aksi pengumpulan tanda tangan untuk menolak pembangunan pabrik semen tersebut, ada perwakilan perusahaan yang diketahui bernama Adel, Sujai dan Kades Bandar Jaya Walwadiah mendatangi Kades Pagar Dewa Edi Darwis dan mengatakan kalau warga yang melakukan penolakan tidak akan pernah bekerja di Perusahaan tersebut.

“Banyak warga Pagar Dewa yang turut membubuhkan tanda tangan menolak pendirian pabrik tersebut. Makanya pihak perusahaan mendatangi Kades Pagar Dewa dan mengancam siapa saja yang ikut tanda tangan maka mereka tidak akan pernah bekerja di perusahaan tersebut,” ungkap Muslimin.

Sementara, Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kabupaten OKU Ir Iskandar Zulkarnain melalui Kabid Pengendalian dan Amdal Drs Parlin Silaban mengaku kalau saat ini pihaknya hanya menerima pengajuan izin penambangan batu kapur dikawasan Lengkiti oleh PT GPB dan masih dalam tahap pengkajian.

“Kalau untuk izin pendirian pabrik semen, kita belum menerima. Yang ada perusahaan tersebut mengajukan izin untuk penambangan batu kapur dan saat ini masih dalam tahap pengkajian,” pungkas Parlin.(Deni A. Saputra)

loading...

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *