oleh

Belum Ada Kesepakan, Warga Duduki Lokasi Tambang PT Buana Eltra

Ratusan Warga Desa Gunung Kuripan Kecamatan Pengandonan Kabupaten OKU, Sumatera Selatan Masih Menduduki Lokasi Tambang PT Buana Eltra. Fhoto : Deni A Syaputra
Ratusan Warga Desa Gunung Kuripan Kecamatan Pengandonan Kabupaten OKU, Sumatera Selatan Masih Menduduki Lokasi Tambang PT Buana Eltra. Fhoto : Deni A Syaputra

BATURAJA I Akibat tidak adanya kesepakatan antara PT BUANA ELTRA investor tambang batubara dengan maayarakat desa Gunung Kuripan Kecamatan Pengandonan, hingga kini ratusan warga desa sekitar lokasi tambang terus berdiam diri disekitar tambang, sementara aparat kepolisian terus melakukan pengamanan di sekitar lokasi tambang, guna mengantisipasi aksi anarkis dari masyarakat.

Kapolres OKU AKBP Dover Christian SIK melalui Kepala Bagian Operasional Polres OKU Kompol MT Nasution menyatakan, sehari sebelumnya (06/01/2016) sebanyak 150 personel polisi dikerahkan untuk membubarkan aksi unjuk rasa warga desa Gubung Kuripan yang menutup akses menuju lokasi tambang dengan tenda dan panggung.

“Mulai hari ini (07/12/2016) kita siagakan anggota di sekitar lokasi tambang untuk melakukan pengamanan, sebelumnya memang ada aksi tutup tambang dengan tenda dan panggung tapi sudah selesai dan tambang mulai beroperasi,” tutur Nasution.

Menurutnya, penugasan anggota polisi di kawasan tambang PT Buana Eltra untuk tahap awal dilakukan selama 3 hari terhitung hari ini.

“Kita lihat lagi nanti, jika memang diyakini akan berjalan kondusip, tentu anggota akan kita tarik lagi,” tambahnya, seraya menyatakan anggota yabg ditugaskan diambil dari berbagai unit dilingkungan Polres OKU.

Sebelumnya, sejak sepekan terakhir ratusan warga desa gunung kuripan kecamatan Pengandonan yang merupakan warga Ring I tambang PTBE, menggelar aksi unjuk rasa di sekitar lokasi tambang. Namun karena tidak adanya respon dari pihak perusahaan, warga akhirnya menutup akses menuju mulut tambang dengan menggunakan tenda dan panggung, terhitung sejak 4 – 6 januari 2016.

Beredar cerita tuntutan yang diinginkan masyarakat terkait income desa dari tambang dan keterlibatan masyarakat lokal sebagai tenaga kerja di perusahaan tersebut.

Sayangnya, baik pemerintah desa setempat maupun pihak PT Buana Eltra enggan memberikan konfirmasi resmi terkait aksi demo berkepanjangan disekitar lokasi tambang tersebut.

“Semuanya salah, dan semuanya bertanggung jawab atas kejadian ini. Tapi kita yakin warga akan tetap menjaga kondisi agar tetap kondusif,” kata Zirul Amili kepala desa Gunung Kuripan secara singkat.

“Kita hanya minta jaminan kemanan dari aparat kepolisian, silahkan konfirmasi saja sama polisi,” kata Jontan unsur pimpinan PT Buana Eltra saat dicoba untuk diwawancarai wartawan Portal Ini.

Sementara asisten Bupati OKU bidang tata Pemerintahan Mirdaili yang menemui masyarakat pendemo menyatakan, dari hasil mediasi pemerintah, kedua pihak masih kukuh dengan pendidian masing masing. Pihak perusahaan belum mau memenuhi keinginan masyarakat begitu pula masyarakat masih terus menekan pihak PT BE dengan tuntutannya.

“Yang jelas sekarang masyarakat sudah memberikan ijin agar tenda dan panggung yang menutup badan jalan menuju mulut tambang dibuka, namun warga masih akan terus berdemo disekitar lokasi tambang. Entah sampai kapan kita belum tahu secara pasti,” ujar aming sapaan akrab mirdaili. (Deni A. Saputra)

loading...

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *